Polwan Mojokerto Raup Ribuan Pesanan Parcel

oleh -79 Dilihat
oleh
Polwan Mojokerto Raup Ribuan Pesanan Parcel
Rosiana Efendy saat mengerjakan parcel lukisan pesanan pelanggan.
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Seorang Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di SPN Polda Jawa Timur, Aiptu Rosiana Effendi, mengembangkan bisnis parcel Lebaran dengan menggandeng pelukis lokal Mojokerto. Inovasi memasukkan lukisan ke dalam paket parsel disebut menjadi faktor utama melonjaknya pesanan selama Ramadan 2026.

Usaha bertajuk Mamachi Parcel itu awalnya berjalan lambat di hari pertama puasa. Namun memasuki hari kedua, lonjakan pembeli terjadi signifikan. Dalam sehari, penjualan mencapai sekitar 50 paket dan terus meningkat melalui pemesanan langsung maupun via WhatsApp.

Rosiana mengklaim hingga pekan pertama Ramadan total penjualan menembus sekitar 3.000 paket, dengan sekitar 2.000 paket lain masih dalam proses pengerjaan. Khusus parcel lukisan yang menjadi produk unggulan, tercatat 125 paket telah terjual dan 53 lainnya masih disiapkan.

Konsep parcel lukisan dinilai berbeda dari kebanyakan parsel Lebaran di pasaran. Setiap paket eksklusif memadukan lukisan karya seniman Mojosari berukuran standar 60 cm x 1 meter, satu set teko dan cangkir keramik, kue kering premium produksi pelaku UMKM, serta lampu hias berbentuk bulan dan bintang. Harga paket bervariasi mulai Rp35 ribu hingga Rp850 ribu untuk versi lukisan ukuran besar.

Produksi dilakukan di rumahnya di wilayah Mojosari, sementara toko fisik berada di Jalan Raya Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Permintaan disebut datang tidak hanya dari Mojokerto, tetapi juga dari Surabaya, Jombang, hingga Kediri, dengan pembeli dari kalangan perorangan, instansi, hingga perusahaan.

Untuk memenuhi lonjakan pesanan, Rosiana merekrut 15 ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya dan memberikan pelatihan merangkai parcel. Skema ini disebut sebagai bentuk pemberdayaan warga sekitar sekaligus mendukung pelaku UMKM penyedia kue kering.

Strategi stok awal sebelum Ramadan menjadi kunci pengendalian harga. Rosiana mengaku telah menyiapkan barang jauh hari sehingga dapat menjual dengan harga relatif stabil di tengah kenaikan harga bahan di pasaran. Sistem penjualan tanpa pre-order juga diterapkan dengan mengandalkan ketersediaan stok.

Meski demikian, di tengah sorotan publik terhadap aktivitas sampingan aparatur negara, usaha yang dijalankan anggota berpangkat Aiptu tersebut menjadi perhatian karena dijalankan bersamaan dengan tugasnya sebagai Banit Provost SPN Polda Jawa Timur. Hingga kini tidak ada keterangan resmi terkait mekanisme pengawasan internal terhadap aktivitas usaha pribadi anggota.

Lonjakan omzet selama Ramadan disebut mencapai rata-rata 20 hingga 30 paket per hari. Karena tingginya permintaan, manajemen Mamachi Parcel membatasi penerimaan pesanan hingga satu minggu sebelum Idul Fitri guna menjaga kualitas dan ketepatan distribusi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.