Polres Ngawi Pantau 18 SPBU, Pastikan Stok BBM Aman

oleh -33 Dilihat
oleh
Polres Ngawi Pantau 18 SPBU, Pastikan Stok BBM Aman
Polres Ngawi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Ngawi masih aman.
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Kepolisian Resor (Polres) Ngawi bersama jajaran Polsek memperketat pemantauan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di 18 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan BBM tetap aman, distribusi berjalan lancar, serta mencegah potensi kelangkaan dan antrean panjang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, ketersediaan BBM di sejumlah SPBU tersebut secara umum masih terkendali. Petugas juga belum menemukan kelangkaan maupun antrean pembelian yang menonjol. Pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat dilaporkan berlangsung dengan baik.

Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan energi warga tetap terpenuhi.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain memeriksa kondisi ketersediaan BBM, personel kepolisian juga mengimbau pengelola dan petugas SPBU agar menyampaikan informasi stok secara transparan. Apabila ditemukan kendala dalam distribusi atau pelayanan, pengelola diminta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar persoalan dapat ditindaklanjuti.

Pengawasan Distribusi dan Pencegahan Penimbunan

Polres Ngawi turut mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pembelian yang dipicu kepanikan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pelayanan SPBU dan mengganggu kelancaran distribusi.

Kepolisian juga meminta masyarakat maupun petugas SPBU segera melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan BBM atau praktik lain yang berpotensi menghambat penyaluran bahan bakar. Setiap laporan akan menjadi bahan tindak lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi pasokan BBM di wilayah Kabupaten Ngawi.

Transparansi Menjadi Kunci Pengawasan

Pemantauan di 18 SPBU tersebut menjadi langkah preventif untuk menjaga kelancaran pelayanan energi. Namun, pengawasan berkelanjutan dan keterbukaan informasi mengenai ketersediaan BBM tetap penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Dengan koordinasi antara kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat, potensi gangguan distribusi diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani. Masyarakat pun diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengacu pada informasi resmi mengenai ketersediaan BBM.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.