Polres Magetan Kerahkan Pasukan Gabungan Cegah Konflik Silat

oleh -36 Dilihat
oleh
Polres Magetan Kerahkan Pasukan Gabungan Cegah Konflik Silat
Polres Magetan menggelar Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 pada 22-28 September untuk menjaga kamtibmas dan mencegah potensi konflik perguruan silat. Operasi melibatkan personel gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah, Brimob, Dishub, Dinkes, Satpol PP dan Damkar.
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Polres Magetan mengerahkan pasukan gabungan TNI-Polri untuk mengantisipasi potensi konflik antarperguruan pencak silat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian kegiatan Suroan di wilayah Kabupaten Magetan.

Langkah pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif aparat dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat muncul menjelang hingga pelaksanaan kegiatan masyarakat pada momentum Bulan Muharram atau Suro.

Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa memimpin apel gelar pasukan gabungan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel. Pengamanan melibatkan jajaran Polres dan Polsek, unsur TNI, serta personel lainnya yang diterjunkan sesuai kebutuhan pengamanan di lapangan.

Berdasarkan keterangan resmi Polres Magetan, total personel yang dilibatkan dalam pengamanan rangkaian kegiatan tersebut mencapai 710 personel. Mereka disiapkan untuk mengamankan sejumlah agenda, mulai malam satu Suro, kegiatan Suran Agung, pengesahan warga perguruan pencak silat, hingga berbagai kegiatan budaya dan keagamaan masyarakat.

Kapolres menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam membangun komunikasi bersama tokoh masyarakat serta pengurus perguruan pencak silat.

Aparat juga diminta mengedepankan langkah preemtif dan preventif, termasuk melakukan pengamanan serta pengawalan terhadap kegiatan masyarakat. Pendekatan persuasif dan humanis ditekankan agar pengamanan tidak justru memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Potensi gesekan antarperguruan pencak silat menjadi salah satu perhatian karena momentum Suro secara rutin diwarnai berbagai kegiatan perguruan. Sebelumnya, aparat di Magetan juga melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk pendekatan psikoedukasi terhadap pesilat dari sejumlah perguruan untuk memperkuat persatuan dan pengendalian emosi.

Polres Magetan menempatkan komunikasi lintas pihak sebagai salah satu instrumen penting pencegahan konflik. Pengurus perguruan pencak silat diharapkan ikut menjaga perilaku anggotanya agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kamtibmas.

Selain potensi bentrokan fisik, penyebaran informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial juga menjadi perhatian. Informasi provokatif dapat memperbesar persoalan apabila tidak disikapi secara bijak dan berdasarkan fakta.

Dengan pengerahan pasukan gabungan serta koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan elemen perguruan pencak silat, pengamanan diarahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Suroan berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Pengamanan tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga agar tradisi budaya dan kegiatan perguruan pencak silat tetap berjalan tanpa berkembang menjadi gangguan keamanan maupun konflik sosial di Kabupaten Magetan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.