Polisi Selidiki Bocah Tewas di RS Hermina

oleh -111 Dilihat
oleh
Polisi Selidiki Bocah Tewas di RS Hermina
Kasatreskrim Polresta Madiun Kota, AKP Agus Riyadi, saat memberikan keterangan terkait kasus bocah terjatuh di RS Hermina Madiun.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Madiun Kota mengungkap kronologi awal kematian seorang bocah berinisial AZ (7) yang diduga terjatuh di area Rumah Sakit Hermina, Kota Madiun, Rabu (29/4/2026) siang. Peristiwa ini kini dalam penyelidikan intensif untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban datang ke rumah sakit bersama seorang pendamping untuk menjalani terapi di lantai 4. Setelah sesi terapi selesai, pendamping masih melakukan konsultasi dengan terapis. Pada saat itulah korban diketahui sudah tidak berada di lokasi.

“Pendamping masih berada di ruang konsultasi. Saat itu korban tidak ada di tempat, diduga bergerak sendiri,” ujar perwakilan penyidik dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Upaya pencarian sempat dilakukan di sekitar ruang terapi, namun tidak membuahkan hasil. Selang beberapa waktu, saksi melaporkan keberadaan korban di area parkir lantai dasar sisi utara rumah sakit. Kondisi korban saat ditemukan masih hidup, namun mengalami luka serius.

Petugas medis segera membawa korban ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan intensif. Namun, setelah menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.

Dalam proses penyelidikan, aparat kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pendamping dan pihak rumah sakit. Penyidik juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengurai secara detail pergerakan korban sebelum kejadian.

“Masih kami dalami kemungkinan adanya kelalaian, baik dari pengawasan maupun aspek keamanan lokasi. Semua akan diuji melalui alat bukti,” kata sumber kepolisian.

Hingga kini, titik pasti lokasi jatuhnya korban belum dapat dipastikan. Polisi masih menganalisis rekaman CCTV untuk menentukan apakah korban terjatuh dari lantai dua atau lantai tiga. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korban melompati area balkon, namun hal tersebut belum dapat disimpulkan secara final.

Pengamat keselamatan publik menilai kasus ini perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait standar pengamanan fasilitas publik yang berpotensi membahayakan anak-anak. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

Sementara itu, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait insiden tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian memastikan akan menyampaikan hasilnya secara transparan kepada publik. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.