Polisi Bentuk Suporter, Netralitas Dipertanyakan

oleh -39 Dilihat
oleh
Polisi Bentuk Suporter, Netralitas Dipertanyakan
Wakil Kepala Polres Jember Komisaris Ferry Dharmawan
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.idKepolisian Resor Jember berencana membentuk kelompok suporter sepak bola yang beranggotakan personel polisi dengan nama South Sector Police. Langkah ini menuai sorotan karena dinilai berpotensi mencampurkan peran aparat penegak hukum dengan aktivitas suporter klub.

Gagasan tersebut disampaikan Wakil Kepala Polres Jember, Ferry Dharmawan, dalam acara halalbihalal Persid di Dira Cafe, Rabu (15/4/2026) malam. Ia menyebut pembentukan kelompok ini sebagai upaya mendukung Persid, klub yang berlaga di Liga 4, sekaligus memperkuat pengamanan pertandingan.

South Sector sendiri selama ini dikenal sebagai kelompok suporter Persid yang menempati tribun selatan Stadion Jember Sport Garden. Namun, rencana melibatkan aparat kepolisian secara langsung dalam barisan suporter memunculkan pertanyaan serius terkait independensi dan profesionalitas aparat.

Ferry mengakui konsep ini meniru langkah Kepolisian Resor Kota Malang yang lebih dulu membentuk Arema Police. Kelompok tersebut disebut sebagai satu-satunya suporter sepak bola yang beranggotakan polisi dan aktif mengawal tim saat bertanding, bahkan hingga laga tandang.

Menurut Ferry, banyak anggota kepolisian yang masih muda dan memiliki minat besar terhadap sepak bola. Potensi ini, kata dia, akan dimaksimalkan untuk mendukung Persid, termasuk dalam pengawalan dan pengamanan pertandingan, baik kandang maupun tandang.

Namun di sisi lain, rencana ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Aparat yang seharusnya berdiri netral dalam pengamanan pertandingan justru akan berada di dalam kelompok suporter yang memiliki afiliasi langsung dengan klub tertentu.

Ferry juga menyatakan bahwa Polres Jember merasa memiliki Persid dan mendorong adanya kedekatan antara manajemen klub, suporter, dan institusi kepolisian. Bahkan, ia mengusulkan agenda kunjungan suporter ke markas polisi sebagai bagian dari upaya membangun sinergi.

Langkah tersebut diklaim sebagai strategi untuk menekan potensi kericuhan, menyusul insiden pelemparan batu terhadap bus Persida Sidoarjo usai pertandingan melawan Persid di Stadion JSG pada 19 Januari 2026.

Ferry menegaskan pentingnya kedewasaan suporter dalam menerima hasil pertandingan. Ia meminta tidak ada lagi aksi kekerasan yang mencoreng citra sepak bola daerah.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar kelompok suporter Persid meniru sistem legalitas yang diterapkan Persebaya Surabaya melalui Bonek, yakni dengan membentuk badan hukum resmi serta kepemilikan kartu anggota. Skema ini disebut dapat memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan asuransi bagi suporter.

Meski demikian, rencana pembentukan South Sector Police tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah aparat penegak hukum masih dapat menjaga netralitasnya ketika berada di dalam struktur suporter yang memiliki kepentingan emosional dan loyalitas terhadap klub tertentu.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.