SURABAYA, Garudasatunews.id – Polda Jawa Timur memetakan sedikitnya 105 titik wisata prioritas dari total 488 lokasi di seluruh wilayah provinsi sebagai fokus pengamanan selama libur Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kepadatan ekstrem dan ancaman bencana yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan wisatawan.
Pemetaan tersebut menyoroti dua kerawanan utama, yakni lonjakan pengunjung yang berpotensi memicu kerumunan tidak terkendali serta ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di sejumlah daerah tujuan wisata.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast yang juga menjabat Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026 menyatakan, aparat telah menyiapkan skema pengamanan terpadu melalui koordinasi lintas sektor guna menekan potensi gangguan selama masa liburan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman, melalui pengamanan yang terintegrasi,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Dalam skema tersebut, Polda Jatim menetapkan tiga langkah mitigasi utama. Pertama, pengendalian keramaian di lokasi wisata guna mencegah penumpukan pengunjung yang berisiko memicu insiden keselamatan.
Kedua, pengawasan ketat terhadap kelayakan wahana wisata, termasuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar keamanan operasional sebelum digunakan oleh masyarakat.
Ketiga, peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya di kawasan rawan seperti pegunungan dan pesisir yang kerap terdampak cuaca ekstrem.
“Pengelola wisata, baik pemerintah daerah maupun swasta, diminta meningkatkan kesiapan tanggap darurat di lokasi rawan bencana,” tegas Jules.
Selain itu, aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor cuaca sebelum berwisata, terutama ke destinasi alam yang memiliki risiko tinggi seperti pantai dan pegunungan.
Potensi bencana seperti longsor, banjir, hingga gelombang tinggi dinilai masih menjadi ancaman serius selama periode libur Lebaran, terutama di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu.
Sebagai bagian dari penguatan pengamanan, Polda Jatim juga menyiagakan pos pengamanan di berbagai titik strategis. Pos tersebut berfungsi sebagai pusat layanan cepat bagi wisatawan yang mengalami gangguan keamanan maupun kondisi darurat.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui call center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Polda Jatim menegaskan, pengamanan wisata selama Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran kunjungan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menekan potensi korban akibat kelalaian pengelolaan maupun faktor alam. (Red-Garudasatunews)















