Polda Jatim Mutasi 160 Personel, Jabatan Strategis Bergeser

oleh -31 Dilihat
oleh
Polda Jatim Mutasi 160 Personel, Jabatan Strategis Bergeser
Polda Jatim Mutasi 160 Personel, Jabatan Strategis Bergeser
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap 160 personel yang terdiri atas perwira menengah (Pamen) dan perwira pertama (Pama) di lingkungan Polda Jatim serta sejumlah kepolisian resor jajaran. Mutasi tersebut turut menyasar sejumlah jabatan strategis di Polrestabes Surabaya, sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penataan penugasan di tubuh Polri.

Kebijakan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/1299/XI/KEP./2026 tertanggal 4 November 2026. Surat telegram ditandatangani Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Heru Budi Prasetyo atas nama Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Pergantian jabatan mencakup sejumlah posisi pimpinan di tingkat Polda, Polrestabes, hingga jabatan kepala satuan reserse kriminal dan lalu lintas di berbagai polres jajaran.

Di lingkungan Polrestabes Surabaya, AKBP Creato Sonitehe Gulo yang sebelumnya menjabat Kabagops mendapat penugasan baru sebagai Kasubditregident Ditlantas Polda Jatim.

Sementara itu, AKBP Galih Bayu Raditya yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polrestabes Surabaya bergeser menjadi Kabagops Polrestabes Surabaya.

Posisi Kasatlantas Polrestabes Surabaya selanjutnya dipercayakan kepada Kompol Bayu Marfiando, yang sebelumnya bertugas sebagai Kabagbinopsnal Ditreskrimum Polda Jatim.

Rotasi juga menyentuh jabatan Kasatbinmas Polrestabes Surabaya. Kompol Mukhamad Lutfi, yang sebelumnya menjabat Wakapolres Madiun, dipercaya mengemban posisi tersebut.

Adapun Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho yang sebelumnya menjabat Kasatbinmas Polrestabes Surabaya mendapat penugasan baru sebagai Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jatim.

Selain itu, Kompol Mulya Sugiharto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Genteng Polrestabes Surabaya bergeser menjadi Kasatlantas Polresta Malang Kota. Sementara Kompol Haryoko Widhi dari jabatan Kapolsek Wonocolo dipercaya menjadi Kapolsek Genteng Polrestabes Surabaya.

Rotasi Menyasar Sejumlah Polres Jajaran

Perubahan jabatan juga berlangsung di sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

Kompol Herlinarto yang sebelumnya menjabat Wakapolres Trenggalek kini dipercaya mengisi posisi Wakapolres Madiun.

Di bidang reserse kriminal, AKP Deckha Rian Embar Yunianto yang sebelumnya menjabat Kanit 2 Satreskrim Polresta Sidoarjo diangkat sebagai Kasatreskrim Polres Gresik.

Sementara AKP Adimas Firmansyah yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Lamongan mendapat penugasan baru sebagai Panit II Unit I Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim. Posisi Kasatreskrim Polres Lamongan selanjutnya dijabat AKP Muh. Taufan Ramadhan.

Nama lain yang masuk dalam daftar rotasi ialah AKP Evan Caesar Ibrahim. Sebelumnya menjabat Kanit 5 Satreskrim Polrestabes Surabaya, kini dipercaya menjadi Kasatreskrim Polres Kediri.

Adapun AKP Maulana Rahmat Al Haqqi mendapat penugasan baru sebagai Kasatreskrim Polres Batu.

Penataan Organisasi dan Tanggung Jawab Jabatan

Dalam surat telegram tersebut, seluruh personel yang mendapatkan penugasan baru diperintahkan segera melaksanakan serah terima jabatan dan melapor ke satuan kerja masing-masing paling lambat 14 hari sejak surat telegram diterbitkan.

Personel yang dimutasi juga diwajibkan menyelesaikan administrasi, keuangan, serta inventaris pada satuan kerja sebelumnya. Selain itu, kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) maupun LHKASN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dituntaskan paling lambat dua bulan ke depan.

Mutasi terhadap 160 personel tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polda Jatim. Namun, pelaksanaan rotasi jabatan strategis juga membawa tanggung jawab besar bagi pejabat yang menerima amanah baru.

Publik tentu berharap penyegaran organisasi ini mampu memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, serta memastikan penegakan hukum berjalan transparan, objektif, dan tidak diskriminatif.

Dengan demikian, keberhasilan mutasi tidak hanya diukur dari pergantian pejabat, tetapi juga dari peningkatan kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.