Pohon Tumbang Tewaskan Warga, Antisipasi Dipertanyakan

oleh -79 Dilihat
oleh
Pohon Tumbang Tewaskan Warga, Antisipasi Dipertanyakan
Polisi menunjukkan Pohon Sengon Yang menimpa Korban.
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Peristiwa tragis menewaskan seorang warga terjadi di Dusun Beton, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jumat (10/4/2026) sore. Dukut (55), warga Dusun Nglembu, Desa Pagerejo, meninggal dunia di lokasi setelah tertimpa batang pohon sengon yang patah akibat hujan disertai angin kencang.

Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat korban bersama sejumlah saksi tengah mengangkut potongan kayu dari area kebun menuju jalan. Dalam situasi cuaca yang mulai berubah, korban diketahui kembali ke dalam kebun untuk mengambil peralatan yang tertinggal.

Kapolsek Ngadirojo, Titan Kurniawan, menjelaskan bahwa korban tidak menyadari adanya pohon sengon yang telah rapuh dan berpotensi tumbang saat hujan angin melanda.
“Korban kembali ke kebun untuk mengambil peralatan. Saat itu terjadi hujan disertai angin kencang, dan korban tidak mengetahui ada pohon sengon yang patah lalu menimpa bagian kepala korban,” ujarnya.

Korban dilaporkan langsung terjatuh dan meninggal dunia di tempat. Para saksi yang berada di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi dengan menyingkirkan batang pohon sebelum membawa korban ke Puskesmas Ngadirojo serta melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan kepolisian.

Hasil identifikasi awal menunjukkan korban mengalami luka benturan serius di bagian kepala. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain. Kejadian ini murni musibah akibat faktor cuaca,” tegasnya.

Namun dari sudut pandang investigatif, insiden ini kembali memunculkan pertanyaan terkait mitigasi risiko di area kebun rakyat, khususnya terhadap pohon-pohon berukuran besar yang rawan tumbang saat cuaca ekstrem. Minimnya peringatan dini maupun pemetaan pohon berisiko di lokasi aktivitas warga diduga memperbesar potensi kecelakaan fatal.

Selain faktor cuaca, belum adanya sistem pengawasan atau edukasi keselamatan bagi warga yang beraktivitas di area rawan juga menjadi catatan penting. Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko lingkungan sering kali diabaikan hingga menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bukan satu-satunya faktor, melainkan juga lemahnya antisipasi dan mitigasi di tingkat lokal. Publik kini menunggu langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.