PKS Tolak Renovasi Alun-Alun Puger, Lapangan Terancam Hilang

oleh -28 Dilihat
oleh
PKS Tolak Renovasi Alun-Alun Puger, Lapangan Terancam Hilang
Legislator PKS DPRD Jember Nurhasan
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Rencana renovasi atau revitalisasi Alun-Alun Puger, Kabupaten Jember, menuai penolakan karena dinilai berpotensi mengubah fungsi ruang publik, termasuk menghilangkan lapangan sepak bola yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Sikap penolakan tersebut menjadi sorotan di tengah rencana penataan kawasan Alun-Alun Puger yang dikaitkan dengan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) PT Imasco. Polemik tidak hanya menyangkut perubahan fisik kawasan, tetapi juga menyentuh kepentingan warga yang selama ini menggunakan ruang tersebut untuk olahraga dan aktivitas sosial.

Sejumlah pihak menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kembali desain dan konsep revitalisasi agar pembangunan tidak menghilangkan fungsi publik yang sudah berjalan. Lapangan sepak bola dipandang sebagai salah satu fasilitas yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sebagai ruang aktivitas olahraga.

Persoalan tersebut menjadi penting karena Alun-Alun Puger bukan sekadar ruang terbuka. Kawasan itu juga menjadi tempat aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi warga. Sebelumnya, perwakilan pedagang UMKM Alun-Alun Puger mendatangi DPRD Jember untuk menyampaikan keberatan terhadap rencana perubahan kawasan menjadi taman kota.

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, menyatakan revitalisasi Alun-Alun Puger merupakan persoalan kompleks sehingga membutuhkan pembahasan bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Menurutnya, alun-alun memiliki sejumlah fungsi yang perlu dipertimbangkan dalam setiap rencana pembangunan.

Dari sisi masyarakat, kekhawatiran juga muncul terhadap keberlanjutan aktivitas warga dan pedagang apabila proses pembangunan dilakukan tanpa skema yang jelas. Pedagang sebelumnya meminta pemerintah memastikan adanya ruang pengganti apabila aktivitas mereka terdampak selama maupun setelah revitalisasi.

Sorotan terhadap rencana tersebut pada akhirnya mengarah pada satu persoalan utama, yakni bagaimana memastikan pembangunan fasilitas publik tidak mengorbankan fungsi sosial yang telah digunakan masyarakat. Apalagi, ruang terbuka seperti alun-alun memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar estetika kawasan.

Karena itu, transparansi mengenai konsep desain, sumber pembiayaan, perubahan fungsi lahan, serta keberadaan fasilitas olahraga menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan kepada publik. Pemerintah juga perlu membuka ruang komunikasi dengan warga sebelum keputusan pembangunan dilaksanakan.

Polemik Alun-Alun Puger menunjukkan bahwa revitalisasi fasilitas publik tidak cukup hanya diukur dari perubahan fisik kawasan. Dampaknya terhadap ruang olahraga, aktivitas masyarakat, pedagang UMKM, serta kebutuhan warga perlu menjadi bagian dari pembahasan agar pembangunan tetap memiliki manfaat publik.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.