PKN LAN RI Dalami Inovasi Singkong untuk Ketahanan Pangan

oleh -27 Dilihat
oleh
PKN LAN RI Dalami Inovasi Singkong untuk Ketahanan Pangan
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Sebanyak 35 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) melakukan kunjungan lapangan pendalaman ke perusahaan pangan sehat berbasis singkong, Ladang Lima, di Kota Surabaya, Jumat (26/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengkaji praktik inovasi sektor pangan yang dinilai berpotensi mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Dalam kegiatan tersebut, peserta PKN Tingkat I mempelajari model pengembangan industri pangan sehat berbahan baku singkong yang dikembangkan Ladang Lima sejak 2013. Perusahaan tersebut dikenal memproduksi pangan bebas gluten melalui teknologi fermentasi yang mengubah singkong menjadi tepung dengan karakteristik menyerupai tepung terigu.

Pendalaman lapangan difokuskan pada aspek inovasi, hilirisasi hasil pertanian, serta potensi substitusi bahan baku impor melalui pemanfaatan komoditas lokal. Model pengembangan tersebut dinilai relevan dengan upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus memperluas nilai ekonomi sektor pertanian domestik.

CEO PT Agung Bumi Agro (Ladang Lima), A.A. Raka Bagus Vinaya, mengatakan pengembangan produk yang dilakukan perusahaannya tidak semata berorientasi pada bisnis, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pangan yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya dalam negeri.

“Ladang Lima menghadirkan produk pangan sehat bebas gluten berbasis singkong sebagai alternatif tepung terigu. Melalui proses fermentasi, kami mengolah singkong menjadi tepung dengan karakteristik menyerupai tepung terigu sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan,” ujarnya.

Menurut Raka, inovasi tersebut menunjukkan bahwa komoditas lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing, baik di pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) LAN RI, Andi Taufik, menegaskan bahwa pembelajaran lapangan merupakan bagian strategis dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I, karena peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual di ruang kelas, tetapi juga melakukan kajian langsung terhadap praktik inovasi yang telah diterapkan di dunia usaha.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkaya perspektif para peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih inovatif, adaptif, serta berorientasi pada penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Andi Taufik.

Melalui dialog dengan manajemen Ladang Lima, peserta PKN Tingkat I juga mendalami strategi pengembangan usaha, proses inovasi, serta tantangan dalam membangun industri pangan sehat berbasis bahan baku lokal sebagai referensi penyusunan rekomendasi kebijakan publik yang aplikatif dan berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.