JOMBANG, Garudasatunews.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang mulai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang diklaim akan menjadi momentum konsolidasi sekaligus transformasi arah politik partai di tingkat daerah.
Persiapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Graha Gus Dur, Kantor DPC PKB Jombang, Minggu (15/3/2026). Agenda itu dipimpin Ketua Panitia Muscab Mochammad Fauzan bersama jajaran pimpinan badan partai yang mayoritas berasal dari organisasi sayap partai seperti Garda Bangsa, Gemasaba, dan Perempuan Bangsa.
Fauzan menegaskan Muscab mendatang akan diarahkan untuk memperkuat citra PKB sebagai partai yang lebih terbuka dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat.
“PKB Jombang berkomitmen menjadi partai yang lebih terbuka, progresif, dan memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan,” ujarnya.
Salah satu agenda utama yang disoroti dalam konferensi tersebut adalah komitmen PKB Jombang membangun politik yang lebih inklusif dengan membuka ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam partai.
Menurut Fauzan, PKB tidak membatasi keanggotaan hanya pada kelompok tertentu, melainkan membuka peluang bagi siapa saja yang memiliki visi membangun Kabupaten Jombang.
“PKB adalah partai terbuka. Tidak hanya untuk kalangan Islam saja. Siapa pun yang memiliki visi membangun Jombang kami undang untuk bergabung,” katanya.
Selain membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas, PKB Jombang juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan dengan memberi porsi lebih besar bagi generasi muda dalam struktur kepengurusan partai.
Fauzan menyebut hasil komunikasi internal dengan berbagai badan partai menunjukkan adanya dorongan kuat agar generasi muda, khususnya kelompok Gen Z, tidak hanya menjadi pelengkap dalam kegiatan partai.
“Kami tidak ingin Gen Z hanya menjadi pemanis di pinggiran. Ide-ide segar mereka sangat dibutuhkan agar partai tetap relevan menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Di sisi lain, PKB Jombang juga mengangkat isu lingkungan dalam agenda Muscab melalui konsep “Green Party”. Konsep ini akan diwujudkan melalui penerapan sejumlah kebijakan ramah lingkungan selama pelaksanaan Muscab.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembatasan penggunaan botol plastik sekali pakai serta mendorong konsumsi bahan pangan lokal tanpa kemasan plastik.
“Muscab tanpa plastik adalah pesan kuat bagi kader dan masyarakat bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan politik kami,” kata Fauzan.
Terkait jadwal pelaksanaan Muscab, panitia menyebut kegiatan tersebut akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun hingga kini detail waktu dan mekanisme pelaksanaan masih menunggu keputusan resmi dari pengurus partai.
DPC PKB Jombang menilai konsolidasi internal yang telah dilakukan hingga tingkat akar rumput menjadi modal penting dalam menyongsong Muscab sekaligus menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat daerah ke depan. (Red-Garudasatunews)
















