PHE Kejar Produksi Migas Sambil Kembangkan Energi Bersih

oleh -123 Dilihat
oleh
PHE Kejar Produksi Migas Sambil Kembangkan Energi Bersih
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto. (Istimewa)
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat produksi minyak dan gas bumi sepanjang 2025 mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Produksi tersebut terdiri dari 557 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 2,8 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD).

Selain mempertahankan kinerja produksi, PHE juga melaporkan sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan potensi sumber daya migas hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE). Perusahaan juga menerapkan berbagai teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, serta chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi besar terhadap produksi energi nasional.

Sepanjang 2025, PHE menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel per hari. Sementara untuk gas bumi, kontribusinya mencapai sekitar 35 persen dari total lifting nasional atau sekitar 1,8 miliar kaki kubik per hari.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengatakan perusahaan telah menyiapkan sejumlah program besar pada 2026 untuk menjaga produksi migas nasional di tengah tren penurunan alami produksi lapangan.

Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi. Selain itu, PHE juga merencanakan 1.284 pekerjaan workover, survei seismik dua dimensi sepanjang 904 kilometer, serta survei seismik tiga dimensi seluas 1.660 kilometer persegi.

Kegiatan lainnya meliputi well intervention well service (WIWS) yang ditargetkan mencapai sekitar 33 ribu pekerjaan untuk menjaga performa produksi lapangan migas yang sudah beroperasi.

Edi menegaskan PHE tetap berkomitmen meningkatkan produksi migas nasional sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Menurutnya, penguatan kegiatan eksplorasi serta optimalisasi lapangan yang telah berproduksi menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi migas di tengah tantangan geopolitik global dan kompleksitas operasional industri energi.

“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujarnya.

Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting atau brownfield, pembukaan lapangan baru atau greenfield, serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) guna meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Di sisi lain, PHE juga memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak non konvensional serta membuka peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

Perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy, yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage dan carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS).

Langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.

“Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE terus berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” katanya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.