Petrokimia Gresik Buka Beasiswa Cetak Petani Muda

oleh -119 Dilihat
oleh
Petrokimia Gresik Buka Beasiswa Cetak Petani Muda
Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyerahkan beasiswa petani muda bagi siswa SMK Pertanian
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Upaya regenerasi petani di Indonesia kembali mendapat perhatian serius. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia, resmi membuka Program Beasiswa Petani Muda 2026 bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang pertanian di Jawa Timur.

Program yang telah berjalan sejak 2024 itu tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk mencetak generasi baru petani modern yang mampu mengelola usaha pertanian secara profesional dan berorientasi bisnis. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi ancaman berkurangnya jumlah petani produktif di Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa regenerasi petani merupakan persoalan mendesak yang harus segera diatasi. Menurutnya, keberlanjutan ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

“Regenerasi petani adalah fondasi penting bagi masa depan pangan Indonesia. Melalui program ini, kami ingin menarik lebih banyak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus membekali mereka dengan kompetensi dan semangat kewirausahaan,” ujar Daconi, Selasa (6/5/2026).

Pendaftaran Beasiswa Petani Muda 2026 dibuka mulai 4 hingga 17 Mei 2026. Program tersebut menargetkan 50 siswa terbaik kelas XI SMK pertanian di Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi akademik dan komitmen untuk mengembangkan sektor pertanian.

Dalam proses seleksi, peserta tidak hanya diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti ujian tulis berbasis daring, tetapi juga menyusun esai bertema “Bertani untuk Masa Depan Negeri: Pilihan Berani Generasi Z Menjadi Agripreneur Sejati”.

Tema tersebut menunjukkan arah kebijakan program yang berupaya mengubah pandangan lama terhadap profesi petani. Pertanian didorong menjadi sektor usaha modern yang mampu menghadirkan peluang ekonomi sekaligus menjawab tantangan pangan nasional.

Untuk menjaga kualitas penerima manfaat, Petrokimia Gresik menetapkan sejumlah persyaratan akademik. Calon peserta wajib memiliki nilai rata-rata minimal 80 sejak kelas X hingga XI, tidak memiliki nilai di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), serta berasal dari jurusan rumpun pertanian.

Melalui seleksi tersebut, perusahaan berupaya menjaring sumber daya manusia unggul yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian di masa depan.

Penerima beasiswa akan memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp500 ribu per bulan selama 12 bulan. Namun, program ini tidak hanya menawarkan dukungan finansial. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengenal lebih dekat perkembangan agroindustri modern, termasuk inovasi teknologi pertanian dan peluang bisnis di sektor pangan.

“Ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi bagaimana kami menyiapkan generasi muda yang kompeten, inovatif, dan berjiwa wirausaha,” tambah Daconi.

Program ini hadir di tengah berbagai tantangan yang membayangi sektor pertanian nasional, mulai dari perubahan iklim, ancaman krisis pangan global, hingga terus menurunnya jumlah petani muda. Kondisi tersebut menuntut langkah konkret untuk memastikan sektor pertanian tetap menarik dan mampu bersaing di era modern.

Pembukaan Beasiswa Petani Muda 2026 menjadi salah satu upaya Petrokimia Gresik dalam memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lahirnya agripreneur muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Bagi siswa SMK pertanian di Jawa Timur, program ini menjadi peluang strategis untuk mengambil peran dalam menjaga masa depan ketahanan pangan Indonesia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.