SURABAYA, Garudasatunews.id – Duel panas Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (3/3/2026), berakhir imbang 2-2. Hasil ini memperpanjang catatan inkonsistensi tuan rumah yang gagal mengamankan poin penuh meski sempat unggul lebih dulu.
Persebaya membuka keunggulan lewat penalti Bruno Moreira pada menit ke-44. Namun Persib merespons cepat melalui gol jarak jauh Luciano Guaycochea di menit ke-51. Tim tamu bahkan berbalik unggul setelah Andrew Jung mencetak gol pada menit ke-73 sebelum Francisco Rivera menyamakan skor 2-2 di menit ke-83.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan keterbatasan skuad akibat cedera dan akumulasi kartu memaksanya melakukan rotasi ekstrem. Sejumlah pemain ditempatkan di posisi yang bukan peran aslinya, situasi yang diakui memengaruhi stabilitas permainan.
Tavares menilai gol pertama Persib sebagai tembakan fantastis dari luar kotak penalti, namun ia juga menyoroti kesalahan koordinasi lini pertahanan yang membuka ruang tembak. Di sisi lain, ia mengklaim timnya menciptakan banyak peluang, meski efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan.
Gol kedua Persebaya lahir dari skema transisi ofensif cepat, yang disebutnya sebagai salah satu rencana taktik yang berjalan sesuai instruksi. Namun tekanan fisik dan kelelahan pemain disebut membuat intensitas pressing tidak konsisten hingga akhir laga.
Pemain Persebaya, Toni Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada suporter Bonek dan Bonita yang memadati stadion. Ia mengakui hasil imbang bukan target tim, terlebih bermain di kandang sendiri.
Hasil ini membuat Persebaya harus berbagi angka di kandang dan kehilangan momentum untuk mendongkrak posisi klasemen, sementara Persib membawa pulang satu poin penting dari Surabaya. Evaluasi mendalam terhadap kondisi kebugaran pemain dan efektivitas rotasi diprediksi menjadi pekerjaan rumah krusial bagi tim Bajul Ijo jelang laga berikutnya. (Red-Garudasatunews)















