JEMBER, Garudasatunews.id – Bupati Muhammad Fawait mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember diproyeksikan memutar dana hingga Rp 4 triliun, setara dengan total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026. Program ini dinilai dapat menstimulasi ekonomi lokal di tengah pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp 350 miliar.
Jember memiliki 270 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak di Jawa Timur. Menurut Fawait, pengoperasian penuh SPPG ini tidak hanya mendorong konsumsi lokal, tetapi juga meningkatkan harga komoditas pertanian, seperti jeruk di Kecamatan Semboro, sehingga pendapatan petani dan buruh tani ikut terdongkrak dan berimbas ke sektor perdagangan lokal.
Selain efek ekonomi, MBG membuka lapangan kerja signifikan. Diperkirakan 270 dapur SPPG menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja. Pemerintah daerah tengah menyiapkan surat edaran bupati untuk memastikan tenaga kerja yang diterima adalah warga Jember, dengan prioritas bagi masyarakat kurang mampu.
Fawait menegaskan dukungannya terhadap program MBG, yang menjadi bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan. Kepala daerah diberi wewenang melalui Instruksi Presiden Nomor 115 Tahun 2025 untuk memastikan program berjalan optimal.
Sebagai upaya pengawasan, setiap dapur SPPG wajib mengirimkan foto menu MBG harian, sementara sekolah penerima laporan menu harian untuk memonitor distribusi. Selain itu, Fawait menekankan penggunaan produk lokal Jember agar perputaran dana tetap berada di wilayah kabupaten. Masyarakat juga didorong melapor melalui kanal Wadul Guse jika terdapat ketidaksesuaian kualitas sajian MBG.
Langkah ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya program sosial, tetapi juga instrumen penggerak ekonomi lokal yang terkontrol dan terukur. (Red-Garudasatunews)
















