Perdami Jatim Skrining Mata 750 Santri di Jombang

oleh -35 Dilihat
oleh
Perdami Jatim Skrining Mata 750 Santri di Jombang
Perdami Jatim Skrining Mata 750 Santri di Jombang
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Sebanyak sekitar 750 santri dan tenaga pengajar Pondok Pesantren Hamalatul Quran (PPHQ), Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mengikuti pemeriksaan kesehatan mata gratis yang digelar Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Timur bersama Ikatan Refraksionis dan Optometris Indonesia (Iropin), Minggu (5/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Bulan Bakti Perdami 2026 tersebut difokuskan pada deteksi dini gangguan penglihatan di lingkungan pesantren, khususnya bagi santri penghafal Alquran yang setiap hari menjalani aktivitas membaca dan menghafal dalam durasi panjang.

Sejak pagi, ratusan peserta telah memadati area Masjid Pondok Pesantren Hamalatul Quran yang disulap menjadi lokasi pemeriksaan kesehatan mata. Para peserta menjalani tahapan pemeriksaan secara berurutan, mulai dari skrining awal, pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi, hingga penentuan kebutuhan alat bantu penglihatan berupa kacamata.

Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Quran, KH Ainul Yaqin, menjadi salah satu peserta yang menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi penglihatannya dinyatakan masih dalam kategori normal.

Ketua Perdami Jawa Timur, dr. Sutjipto, Sp.M(K), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan mata sekaligus mendeteksi potensi gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi proses belajar para santri.

“Santri merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan gangguan penglihatan tidak menjadi hambatan dalam proses belajar dan menghafal Alquran,” kata dr. Sutjipto.

Menurutnya, kebutuhan pemeriksaan mata di lingkungan pendidikan berbasis pesantren masih memerlukan perhatian karena aktivitas membaca dengan intensitas tinggi berpotensi memengaruhi kesehatan penglihatan apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara berkala.

Dalam pelaksanaannya, Perdami Jatim melibatkan sekitar 60 hingga 70 tenaga medis dan relawan kesehatan yang terdiri atas dokter spesialis mata, optometris, refraksionis, serta tenaga pendukung lainnya. Selain pemeriksaan, peserta yang teridentifikasi membutuhkan koreksi penglihatan juga memperoleh kacamata secara gratis.

KH Ainul Yaqin menilai program pemeriksaan kesehatan mata tersebut memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan di pesantren. Menurutnya, kemampuan penglihatan yang optimal merupakan faktor penting bagi santri penghafal Alquran yang setiap hari berinteraksi dengan mushaf dalam waktu yang relatif panjang.

“Santri membaca, menyimak, dan menghafal Alquran setiap hari. Kondisi kesehatan mata menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Salah seorang santri asal Bangkalan, Albar (17), mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala agar para santri dapat mengetahui kondisi kesehatan penglihatannya sejak dini.

Pelaksanaan skrining kesehatan mata di Pondok Pesantren Hamalatul Quran ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mendukung kualitas pendidikan berbasis pesantren, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam aspek kesehatan penglihatan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.