LAMONGAN, Garudasatunews.id – Perajin genting tanah liat di Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, menaruh harapan besar pada realisasi program Gentengisasi yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali industri lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri genting tanah liat di wilayah tersebut mengalami penurunan drastis akibat gempuran produk pabrikan berbahan metal dan asbes. Produk non-organik itu tidak hanya menguasai pasar perkotaan, tetapi juga merambah hingga pedesaan, yang selama ini menjadi basis pemasaran perajin lokal.
Kondisi tersebut membuat permintaan genting tanah liat anjlok tajam. Banyak hasil produksi menumpuk di gudang, sementara sebagian perajin terpaksa menghentikan usaha karena tidak lagi mampu menutup biaya operasional.
Suraji, perajin yang telah menekuni usaha ini lebih dari 20 tahun, mengaku kesulitan mempertahankan produksi di tengah lesunya pesanan. “Beberapa tahun terakhir pesanan sangat sepi. Genting hanya tersimpan di gudang. Ada yang akhirnya berhenti produksi,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Saat ini, jumlah perajin yang masih bertahan di Desa Kawistolegi tinggal puluhan orang. Mereka berharap program Gentengisasi benar-benar direalisasikan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar wacana.
“Kami berharap kebijakan tersebut benar-benar diwujudkan secara berkelanjutan, agar industri rumahan kembali berdaya,” kata Suraji.
Para perajin menilai, dukungan kebijakan pemerintah sangat krusial untuk memulihkan pasar genting tanah liat sekaligus menggerakkan kembali ekonomi pedesaan. Selain berpotensi meningkatkan permintaan, program tersebut juga dinilai mampu mendorong penggunaan produk lokal yang lebih ramah lingkungan.
Jika diimplementasikan secara konkret, perajin optimistis industri genting tanah liat di Lamongan dapat bangkit dan kembali menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa.
(Red-Garudasatunews)















