Penutupan Bendungan Lahor Ancam Kepadatan Lalu Lintas

oleh -34 Dilihat
oleh
Penutupan Bendungan Lahor Ancam Kepadatan Lalu Lintas
Satlantas Polres Blitar.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Rencana penutupan akses Bendungan Lahor yang selama ini menjadi jalur penghubung Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang mulai 1 Agustus 2026 memicu perhatian aparat kepolisian. Penutupan jalur yang selama ini menjadi salah satu akses mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tersebut diperkirakan berdampak pada peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan alternatif, terutama di wilayah Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.

Mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar mulai menyiapkan langkah mitigasi dan pemetaan dampak yang kemungkinan muncul akibat penghentian akses tersebut. Aparat menilai perubahan pola pergerakan kendaraan berpotensi menimbulkan penumpukan arus pada sejumlah titik strategis yang selama ini menjadi jalur penghubung menuju Kabupaten Malang.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Blitar, Iptu Putut Siswahyudi, mengatakan dampak penutupan Bendungan Lahor tidak hanya akan dirasakan di wilayah administrasi Kabupaten Malang, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi lalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Blitar.

“Meskipun penutupan bendungan secara administratif berada di wilayah Malang, dampak penumpukan arus kendaraan dipastikan dapat berdampak langsung ke wilayah Kabupaten Blitar, khususnya Kecamatan Selorejo,” ujar Putut, Kamis (4/6/2026).

Hingga kini, Polres Blitar masih menunggu pemberitahuan resmi dari Perum Jasa Tirta Karangkates Malang selaku pengelola Bendungan Lahor. Dokumen tersebut dinilai penting sebagai dasar penentuan langkah teknis pengaturan lalu lintas, termasuk kepastian waktu pelaksanaan penutupan, kategori kendaraan yang terdampak, serta pola rekayasa arus yang akan diterapkan.

Sebagai langkah awal, Satlantas Polres Blitar telah menjadwalkan rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak Perum Jasa Tirta. Forum tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi titik rawan kemacetan dan merumuskan skema pengalihan arus kendaraan.

“Kami akan koordinasikan lagi untuk memitigasi dampak dari penutupan itu,” tegas Putut.

Selain membahas jalur alternatif, rapat koordinasi juga akan difokuskan pada penempatan rambu-rambu tambahan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi membingungkan pengguna jalan setelah akses Bendungan Lahor ditutup.

“Kami akan menyikapi hal ini melalui rapat koordinasi untuk menentukan titik-titik mana saja yang sekiranya dapat dipasang rambu-rambu lalu lintas tambahan. Tujuannya agar masyarakat pengguna jalan tidak kebingungan dan tidak terjebak menuju akses yang ditutup,” jelasnya.

Polres Blitar mengimbau masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur Blitar–Malang melalui Bendungan Lahor untuk terus memantau informasi resmi dari instansi terkait. Pengguna jalan juga diminta mulai menyiapkan rute alternatif guna mengantisipasi perubahan arus lalu lintas dan potensi kepadatan kendaraan menjelang pemberlakuan penutupan akses pada awal Agustus 2026.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.