Penutup Septictank Ambrol, Warga Asembagus Terperosok

oleh -58 Dilihat
oleh
Penutup Septictank Ambrol, Warga Asembagus Terperosok
Niat membantu membersihkan pekarangan rumah kosong justru berujung petaka bagi Nur (45), warga Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.
banner 468x60

SITUBONDO, Garudasatunews.id – Seorang warga Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, nyaris kehilangan nyawa setelah terjatuh ke dalam sumur septictank sedalam sekitar empat meter saat membersihkan pekarangan rumah kosong di Desa Awar-awar, Jumat (29/5/2026) sore.

Korban bernama Nur (45) mengalami luka ringan pada bagian wajah dan tangan setelah terperosok ke dalam lubang septictank yang diduga tertutup konstruksi cor semen rapuh dan tidak layak digunakan.

Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Kampung Barat (Kaplingan), RT 001 RW 007, Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah membersihkan halaman belakang rumah milik seorang warga bernama Ana yang telah lama tidak dihuni.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengungkapkan rumah tersebut diketahui kosong sejak tahun 2019 setelah pemiliknya pindah ke Surabaya. Korban disebut membantu membersihkan pekarangan karena pemilik rumah dikabarkan akan kembali ke kampung halaman.

Saat melakukan pembersihan di area belakang rumah, korban diduga menginjak penutup septictank berbahan cor semen yang sudah mengalami kerusakan akibat usia dan minimnya perawatan. Struktur penutup tersebut mendadak ambrol hingga menyebabkan korban terjatuh ke dalam lubang sedalam kurang lebih empat meter dengan diameter sekitar satu meter.

Teriakan minta tolong korban memicu kepanikan warga sekitar. Sejumlah warga segera mendatangi lokasi dan berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran wilayah Asembagus.

Tidak lama kemudian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Situbondo, Damkar Asembagus, Satpol PP, Tagana, unsur TNI-Polri, perangkat desa, serta warga setempat melakukan operasi penyelamatan.

Menurut Puriyono, proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena ukuran lubang septictank yang sempit menyulitkan akses petugas. Meski demikian, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.20 WIB dalam keadaan sadar dan selamat.

Usai dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Asembagus menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. BPBD Situbondo memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Kejadian ini kembali menyoroti potensi bahaya fasilitas bangunan lama yang tidak terawat, khususnya penutup septictank dan struktur bawah tanah yang rentan mengalami kerusakan tanpa terdeteksi. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di lingkungan rumah kosong atau bangunan yang telah lama tidak ditempati.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.