Penjual Es Degan Dibacok, Pria Diduga ODGJ Tewas

oleh -23 Dilihat
oleh
Penjual Es Degan Dibacok, Pria Diduga ODGJ Tewas
Aksi pembacokan terjadi di kawasan utara Jembatan Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Purnomo (55), penjual es degan, mengalami luka serius di bagian leher dan wajah setelah diserang seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Peristiwa berdarah terjadi di Jalan Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 05.20 WIB. Seorang penjual es degan bernama Purnomo terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam dengan seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Dalam kejadian tersebut, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa meninggal dunia di lokasi. Sementara Purnomo mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapat perawatan medis.

Kapolsek Waru Kompol Miftahul Amin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut kedua pihak mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

“Iya, benar ada peristiwa tersebut. Keduanya mengalami luka sabetan senjata tajam,” ujar Miftahul Amin saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Purnomo kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bunda Waru untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara jenazah pria yang diduga mengalami gangguan jiwa dievakuasi ke RSUD Sidoarjo Notopuro.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kejadian bermula ketika Purnomo diduga tiba-tiba diserang oleh pria tersebut. Purnomo kemudian melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam yang ada dalam situasi tersebut.

Informasi lain yang diperoleh dari keterangan kepolisian menyebut Purnomo sempat menegur pria tersebut karena keberadaannya di sekitar lokasi. Pria itu kemudian diduga mengeluarkan senjata tajam dan menyerang Purnomo. Saat berusaha menangkis, Purnomo mengalami luka pada bagian wajah.

Purnomo selanjutnya disebut berhasil merebut senjata tajam tersebut dan melakukan perlawanan hingga mengenai bagian kepala pria tersebut. Namun, rangkaian kejadian itu masih dalam proses pendalaman polisi.

Kapolsek Waru menegaskan, petugas masih mengumpulkan keterangan para saksi untuk memastikan kronologi secara utuh. Polisi juga menyelidiki asal-usul senjata tajam yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian, mencari asal-usul senjata tajam yang digunakan, serta meminta keterangan dari saksi-saksi,” jelas Miftahul Amin.

Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan penting, terutama mengenai bagaimana senjata tajam dapat berada dalam penguasaan pria tersebut dan apa yang menjadi pemicu awal terjadinya penyerangan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

Hingga kini, polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai motif maupun status hukum masing-masing pihak. Penyebutan kondisi kejiwaan terhadap pria yang meninggal juga masih berdasarkan dugaan dan keterangan awal, sehingga tetap menunggu hasil pemeriksaan serta keterangan resmi pihak berwenang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.