Pengawasan Sapi Impor Diperketat di Sampang

oleh -29 Dilihat
oleh
Pengawasan Sapi Impor Diperketat di Sampang
Pemerintah Kabupaten Sampang memperketat pengawasan lalu lintas ternak, khususnya sapi yang berasal dari luar Pulau Madura.
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Sampang memperketat pengawasan lalu lintas ternak sapi dari luar Pulau Madura guna menjaga kemurnian genetik sapi Madura yang selama ini menjadi komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.

Langkah pembatasan itu dilakukan menyusul kekhawatiran masuknya sapi dari luar daerah tanpa pengawasan ketat yang dinilai berpotensi menurunkan kualitas genetik sapi lokal. Pemerintah daerah kini mewajibkan setiap pemasukan ternak dari luar Madura harus mengantongi izin khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa lalu lintas ternak lintas pulau hingga saat ini masih dibatasi dan tidak dapat dilakukan secara bebas.

“Secara umum, lalu lintas ternak lintas pulau masih dibatasi. Saat ini distribusi hanya diperbolehkan untuk antarkabupaten di wilayah Madura,” ujar Arif Rahman Hakim, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk mencegah tercampurnya genetik sapi Madura dengan ternak luar daerah yang tidak terkontrol. Pemkab Sampang menilai perlindungan terhadap kemurnian sapi Madura menjadi bagian penting dalam menjaga aset peternakan khas daerah sekaligus mempertahankan daya saing ekonomi peternak lokal.

Di tengah pembatasan tersebut, pemerintah daerah tetap mendorong peningkatan populasi ternak melalui pemanfaatan teknologi inseminasi buatan. Disperta KP Sampang memilih mendistribusikan straw atau semen beku sebagai solusi pengembangan ternak tanpa harus mendatangkan sapi hidup dari luar Madura.

“Metode ini dinilai lebih aman dan efektif dalam menjaga kemurnian genetik sapi Madura tanpa menghambat pengembangan populasi ternak,” kata Arif.

Sementara itu, distribusi sapi dari Madura ke sejumlah daerah di Indonesia tetap berjalan normal, terutama menjelang Hari Raya Iduladha yang menyebabkan permintaan ternak meningkat signifikan. Pengiriman sapi ke Kalimantan, Jakarta, dan sejumlah wilayah lain disebut tetap dilakukan dengan pengawasan ketat sesuai regulasi yang berlaku.

“Distribusi sapi tujuan Kalimantan, Jakarta, dan sejumlah daerah lain tetap berjalan dengan pengawasan ketat sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.