GRESIK, Garudasatunews.id – Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan laga ASEAN U-17 Boys Championship 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, memunculkan sorotan atas kesiapan aparat dalam mengantisipasi potensi kerawanan di tengah lonjakan euforia suporter.
Kapolres Gresik Ramadhan Nasution menyatakan pengamanan melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta instansi pendukung seperti tenaga medis, perhubungan, dan kelistrikan. Skema pengamanan berlapis diterapkan dari dalam stadion hingga jalur keluar-masuk penonton.
Instruksi kewaspadaan tinggi ditegaskan kepada seluruh personel, menyusul potensi kerawanan yang dinilai dapat muncul sewaktu-waktu. Aparat diminta menjalankan prosedur secara ketat sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
Lonjakan penonton diprediksi terjadi pada 13 dan 16 April 2026 saat tim nasional bertanding. Aparat menyiapkan skema khusus untuk mengurai kepadatan massa dan mencegah potensi kericuhan, termasuk penguatan pengamanan di ring 1, 2, dan 3.
Namun, pengamanan besar-besaran ini juga menimbulkan pertanyaan terkait tingkat ancaman riil yang dihadapi. Hingga kini belum ada penjelasan terbuka mengenai indikator risiko yang mendasari pengerahan ratusan personel dalam satu titik pertandingan.
Pertandingan antara tim nasional Indonesia U-17 melawan Timor Leste yang digelar pukul 19.00 WIB diperkirakan menjadi magnet utama suporter. Laga ini menjadi debut skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto, sementara tim lawan dilatih Emral Abus yang berpotensi menghadirkan kejutan.
Sebagai bagian dari persiapan, Polres Gresik telah menggelar Tactical Floor Game (TFG) untuk menyimulasikan berbagai skenario pengamanan. Simulasi ini difokuskan pada pembagian peran personel sebelum, saat, hingga setelah pertandingan.
Meski demikian, efektivitas simulasi dan kesiapan lapangan tetap akan diuji langsung saat pertandingan berlangsung, terutama dalam mengelola massa besar dan potensi gangguan keamanan yang kerap muncul dalam laga berintensitas tinggi.
(Red-Garudasatunews)











