Penemuan Gas Metana Bertekanan Tinggi di Sampang, Pemkab Minta Warga Jauhi Api dan Penggalian

oleh -31 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260930-WA0021

​SAMPANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengimbau masyarakat di Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya paparan gas metana bertekanan tinggi di kawasan tersebut. Langkah ini diambil guna meminimalkan risiko kecelakaan dan menjamin keselamatan warga sekitar.

​Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sampang, Kustantinah, mengungkapkan bahwa imbauan tersebut merujuk pada rekomendasi dan hasil pengecekan lapangan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
​”Masyarakat yang tinggal atau berkegiatan di sekitar lokasi diimbau untuk tidak melakukan pengeboran air maupun penggalian tanah,” tegas Kustantinah, Rabu (30/9/2026).

​Ia menjelaskan, pembatasan aktivitas penggalian dilakukan untuk mencegah terpotongnya lapisan penyekat tanah. Jika lapisan tersebut rusak, berpotensi memicu semburan gas baru yang membahayakan keselamatan warga.

​Selain larangan penggalian, Pemkab Sampang juga melarang keras aktivitas yang memicu percikan api di area rekahan tanah.
“Masyarakat dilarang menyalakan api, merokok, atau membakar sampah di area kejadian dan sekitarnya. Hal ini penting untuk mencegah risiko kebakaran akibat kontak api dengan gas metana bertekanan tinggi yang terkandung di dalam tanah,” lanjutnya.

​Berasal dari Gas Biogenik dalam Reservoir
​Berdasarkan hasil analisis Dinas ESDM Jatim pada rekahan tanah di area perkebunan tembakau tersebut, fenomena suara gemuruh yang sempat terdengar berasal dari proses pelepasan tenaga gas biogenik (gas metana) bertekanan tinggi dari dalam reservoir batu gamping.

​Hasil pengecekan juga menunjukkan bahwa gas biogenik tersebut berpotensi terperangkap di bawah tanah akibat keberadaan Formasi Tawun yang membentang luas di kawasan tersebut. Proses ini diprediksi masih berlangsung dalam jangka waktu lama.
​”Proses penguraian gas organik oleh bakteri tanah masih dimungkinkan terus berlangsung,” jelas Kustantinah.

​Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sampang akan melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi munculnya rekahan baru atau indikasi fenomena serupa di sekitar lokasi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.