Pemprov Jatim Borong Dua Penghargaan AI Nasional

oleh -39 Dilihat
oleh
Pemprov Jatim Borong Dua Penghargaan AI Nasional
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meraih dua penghargaan dalam ajang Garuda AI Impact Summit 2026.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperoleh pengakuan nasional atas implementasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam tata kelola pemerintahan. Dalam ajang Garuda AI Impact Summit 2026, Pemprov Jatim meraih dua penghargaan yang diberikan atas pemanfaatan AI untuk mendukung sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis layanan digital.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Garuda AI Impact Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta. Kegiatan yang digelar oleh BINAR bersama Microsoft itu menjadi puncak program peningkatan kapasitas AI nasional yang diklaim telah menjangkau lebih dari 145 ribu peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum.

Berdasarkan keterangan penyelenggara, Pemprov Jawa Timur menerima penghargaan kategori The Innov(AI)tor sebagai Best Policymaker Instansi Award, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur memperoleh penghargaan kategori The Catal(AI)st sebagai Ecosystem Builders Instansi Award.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan transformasi digital menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pemanfaatan AI tidak hanya sebatas penggunaan teknologi, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Seluruh proses pemerintahan di Jawa Timur harus mampu beradaptasi dengan teknologi digital. Di era disrupsi saat ini, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara cermat agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Khofifah, Jumat (12/6/2026).

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim telah mengembangkan berbagai program berbasis AI dan literasi digital. Salah satunya melalui program CERDAS DIGITAL yang dilaksanakan bekerja sama dengan sejumlah institusi pemerintah, perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi.

Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan digital, keamanan siber, pemanfaatan AI, pengelolaan media digital, literasi keuangan digital, hingga pengolahan data. Pemprov Jatim juga mencatat telah menyelenggarakan puluhan kegiatan Jatim AI Agent dengan ribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar pelatihan Prompt Engineering untuk pemanfaatan Generative AI dalam analisis data yang ditujukan bagi aparatur dan masyarakat non-teknologi informasi. Materi pelatihan mencakup teknik penyusunan perintah AI, metode analisis data, hingga aspek keamanan dan etika penggunaan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam pengembangan sumber daya manusia bidang teknologi, Pemprov Jatim turut menjalankan program Agentic AI berbasis Large Language Model (LLM) yang menyasar tenaga IT, analis sistem, dan pejabat fungsional administratif tingkat lanjut.

Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui sejumlah program pengembangan talenta digital, di antaranya Digital Expertise (DEX), Government Transformation Academy, dan AI Talent Factory. Program-program tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas ASN sekaligus pengembangan solusi AI untuk berbagai kebutuhan pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurut Khofifah, teknologi AI juga mulai diterapkan dalam pengembangan Sekolah Rakyat melalui pelatihan AI bagi guru teknologi informasi, guru non-teknologi informasi, serta program Coding for Kids.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada kelompok yang memiliki kemampuan teknologi tinggi.

“AI tidak boleh hanya dinikmati oleh pihak yang memiliki akses teknologi. Pemanfaatannya harus mampu menjangkau pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Indonesia,” kata Nezar.

Ia menambahkan, tantangan utama transformasi AI nasional tidak hanya terletak pada kecepatan adopsi teknologi, tetapi juga pada pemerataan literasi digital dan kesiapan sumber daya manusia agar penggunaan AI berlangsung secara produktif, etis, dan bertanggung jawab.

“Keberhasilan transformasi AI Indonesia tidak hanya diukur dari seberapa cepat teknologi diadopsi, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.