Pemkot Surabaya Tegaskan Data Dukcapil Tak Bocor

oleh -140 Dilihat
Pemkot Surabaya Tegaskan Data Dukcapil Tak Bocor
Serumpun data yang otomatis terunduh saat memasukkan pencarian kecamatan tertentu. Data ini disebut bukan kebocoran data. (Foto: tangkapan layar)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Dugaan kebocoran data pribadi warga Surabaya di situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya ramai diperbincangkan warganet. Situs resmi Pemkot Surabaya disebut dapat menampilkan data kependudukan, mulai dari NIK hingga alamat lengkap warga.

Penelusuran menunjukkan, dengan memasukkan kata kunci wilayah tertentu—seperti Kecamatan Dukuh Pakis—mesin pencari mengarahkan ke laman disdukcapil.surabaya.go.id. Saat laman tersebut dibuka, data warga di wilayah terkait terunduh secara otomatis.

Data yang muncul mencakup NIK, nomor KK, nama, dan alamat lengkap. Namun, NIK, KK, serta nama telah disamarkan dan tidak ditampilkan secara utuh. Elemen yang terlihat jelas hanya alamat tempat tinggal.

Kemudahan akses dan proses unduh otomatis inilah yang memicu kekhawatiran publik dan memunculkan tudingan kebocoran data kependudukan milik warga Surabaya.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa tidak terjadi kebocoran data. Ia menyatakan, publikasi data tersebut merupakan langkah resmi Pemkot Surabaya dalam rangka penertiban administrasi kependudukan.

Menurut Eddy, data yang ditampilkan merupakan data tahun 2024, berisi warga yang tidak dapat ditemukan keberadaannya saat petugas kelurahan melakukan verifikasi lapangan melalui program jemput bola. Hingga Juni 2024, domisili warga tersebut belum dapat dipastikan.

“Pengumuman melalui website bertujuan agar warga yang bersangkutan mengetahui dan segera datang ke kelurahan untuk mengonfirmasi keberadaan mereka,” ujar Eddy, Sabtu (17/1/2026).

Ia menekankan, keakuratan data kependudukan sangat penting agar berbagai program intervensi Pemkot Surabaya—mulai dari bantuan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan—dapat tepat sasaran. Validasi domisili juga memastikan penggunaan APBD lebih efektif.

Eddy memastikan seluruh data yang dipublikasikan telah melalui proses penyamaran pada elemen sensitif guna mencegah penyalahgunaan.

“NIK dan nama sengaja disamarkan. Hanya yang bersangkutan yang bisa mengenali datanya. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Dispendukcapil Surabaya juga menjamin keamanan data administrasi kependudukan warga dan meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi spekulatif di media sosial.

Pemkot Surabaya mengimbau warga yang telah berpindah tempat tinggal namun belum memperbarui alamat agar segera melapor ke kelurahan setempat.

“Bagi warga yang sudah pindah domisili tapi belum lapor, segera lakukan pembaruan. Petugas akan membantu agar data kependudukan sesuai dengan alamat tempat tinggal saat ini,” pungkas Eddy.(Red-GArudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.