SURABAYA, Garudasatunews.id – Kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8) berimbas pada tujuh warung milik warga di sekitar Polsek Tegalsari, Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya memastikan akan menanggung seluruh kerugian yang dialami pedagang.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut ganti rugi diberikan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas dampak kerusuhan yang membuat aktivitas ekonomi warga terhenti.
“Ada tujuh warung yang rusak. Semua kerugiannya ditanggung pemerintah kota,” tegas Eri di Balai Kota, Kamis (4/8/2025).
Nilai kerugian yang dialami pedagang bervariasi, mulai Rp5 juta hingga puluhan juta rupiah. Pemkot juga tengah menghitung ulang kerugian serta menyiapkan relokasi para pedagang ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) terdekat.
Salah satu pedagang, Yuni, mengaku warung kopi dan penyetannya terbakar saat dirinya tidak berada di lokasi. Ia mengestimasi kerugiannya mencapai Rp15–50 juta karena baru saja belanja kebutuhan dagangan.
“Katanya akan diganti, tapi jumlah pastinya kami masih menunggu,” ujarnya.
Pemkot Surabaya berencana memanggil tujuh pedagang terdampak untuk pendataan sekaligus pemberian kompensasi sesuai tingkat kerugian masing-masing.(Red-Garusatunews.id)














