Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

oleh -38 Dilihat
oleh
Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengembangkan kolaborasi dengan Pondok Pesantren untuk membentuk generasi muda yang berilmu dan berakhlak.
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep memperkuat kolaborasi dengan kalangan pesantren untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mendorong kontribusi santri dalam pembangunan daerah.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kerja sama antara pemerintah daerah dan pesantren perlu terus dikembangkan sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Pernyataan tersebut disampaikan saat Apel Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Menurut Fauzi, pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, mandiri, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, santri dinilai perlu memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial dan ekonomi.

Arah kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada aspek pendidikan keagamaan. Pemkab Sumenep mendorong kerja sama yang mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya menempatkan pesantren sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan akhlak, tetapi juga memiliki potensi dalam pengembangan keterampilan, kreativitas, inovasi dan kemandirian ekonomi santri.

Bupati juga mengajak perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem yang memberikan kesempatan lebih luas kepada santri untuk berkembang dan berkarya.

“Kami mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para santri, supaya mereka berkembang, berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan,” ujar Fauzi.

Penguatan kolaborasi tersebut menjadi penting karena pengembangan potensi santri membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Bekal ilmu agama dan akhlak diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kemampuan praktis yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.

Pemkab Sumenep juga menilai pemerintah, pesantren dan santri dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dan pembangunan sosial yang inklusif.

“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan akhlak, tetapi bagian mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda Kabupaten Sumenep yang kompeten, mandiri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Fauzi.

Dengan demikian, momentum Hari Santri Nasional 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi diarahkan menjadi ruang memperkuat kemitraan antara pemerintah, pesantren, santri, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat untuk memperluas kontribusi generasi pesantren dalam pembangunan Kabupaten Sumenep.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.