
SUMENEP, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berkomitmen menjaga eksistensi seni dan budaya lokal di tengah era modernisasi. Langkah konkret ini diwujudkan melalui gelaran Festival Klenengan Sumenep yang sukses memukau masyarakat sekaligus menjadi jembatan edukasi budaya bagi generasi muda.
Festival ini menyuguhkan perpaduan apik antara harmonisasi tabuhan musik tradisional dan magisnya tarian khas Madura. Salah satu daya tarik utama yang berhasil mencuri perhatian penonton adalah atraksi tari yang mengangkat kisah tokoh legendaris ‘Pecot’, di samping ragam seni lokal lain yang merepresentasikan identitas kuat masyarakat Sumenep.
Kentalnya nuansa budaya ini kian hidup berkat iringan alat musik tradisional yang dinamis sepanjang acara.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan panggung pelestarian sekaligus ruang apresiasi bagi para pelaku seni lokal.
”Festival ini menjadi media strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur,” ujar Faruk, Senin (13/7/2026).
Faruk berharap, festival bertema kebudayaan seperti ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, seni tradisional Madura tidak hanya lestari di tanah kelahiran, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi magnet wisata budaya yang diperhitungkan di kancah nasional.(adc)













