Pemkab Ponorogo Tetap Gelar HSN 2026 di Tengah Efisiensi

oleh -31 Dilihat
oleh
Pemkab Ponorogo Tetap Gelar HSN 2026 di Tengah Efisiensi
Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita. (
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tetap digelar meski daerah tengah melakukan efisiensi anggaran. Skala kegiatan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, namun sejumlah agenda utama tetap dipertahankan agar momentum HSN tetap dirasakan masyarakat.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk meniadakan peringatan HSN. Menurutnya, keberadaan pesantren dan santri yang tersebar di berbagai wilayah Ponorogo membuat momentum tersebut tetap penting untuk dilaksanakan.

“Karena efisiensi, tapi tetap semangat. Tetap ingin mengadakan acara Hari Santri ini,” kata Lisdyarita.

Sejumlah kegiatan keagamaan telah disiapkan untuk menyemarakkan HSN 2026. Agenda tersebut antara lain lomba tilawah Al-Qur’an, festival hadrah, lomba dai cilik, serta khatmil Al-Qur’an yang direncanakan digelar secara serentak di wilayah Ponorogo.

Puncak peringatan HSN juga akan diisi apel Hari Santri dan pawai obor santri. Tradisi mengenakan pakaian ala santri selama sepekan turut dipertahankan sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

Untuk aparatur sipil negara (ASN) nonmuslim, ketentuan pakaian dalam rangkaian kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan busana yang sopan. Pemkab menegaskan pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan keberagaman masyarakat.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Ponorogo juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dan generasi muda. Kepanitiaan tidak hanya mengandalkan unsur pemerintah daerah, tetapi melibatkan berbagai elemen masyarakat agar HSN tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Lisdyarita menegaskan HSN merupakan momentum bersama bagi masyarakat Ponorogo. Karena itu, pelibatan anak muda dinilai penting untuk menjaga agar peringatan Hari Santri tetap memiliki relevansi di tengah perubahan sosial.

“HSN ini milik semua warga Ponorogo. Karena itu, kepanitiaannya kita libatkan berbagai unsur masyarakat dan anak muda, sehingga peringatannya bisa menjadi momentum bersama,” tegasnya.

Langkah mempertahankan rangkaian HSN di tengah efisiensi anggaran sekaligus menjadi ujian bagi Pemkab Ponorogo dalam menentukan prioritas belanja. Tantangannya bukan hanya bagaimana membuat kegiatan tetap meriah, tetapi memastikan penggunaan anggaran berlangsung proporsional, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rincian teknis kegiatan, jadwal pelaksanaan, serta pembagian tugas masih dalam tahap pematangan. Pemerintah daerah berharap HSN 2026 tetap menjadi momentum yang memperkuat identitas Ponorogo sebagai daerah yang memiliki kehidupan pesantren dan tradisi santri yang kuat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.