PASURUAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan HR Club Pasuruan untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal hasil pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) mendekati 100 persen. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis menekan angka pengangguran terbuka di kawasan industri terbesar di Jawa Timur tersebut.
Kerja sama difokuskan pada penyelarasan kurikulum pelatihan BLK dengan kebutuhan riil industri. Evaluasi pemerintah daerah mengungkap, rendahnya serapan lulusan selama ini dipicu minimnya sinkronisasi antara materi pelatihan dan standar kompetensi perusahaan.
“Rata-rata serapan tenaga kerja hasil pelatihan selama ini hanya sekitar 10 persen karena kurangnya komunikasi antara industri dan penyelenggara pelatihan,” ujar Ketua HR Club Pasuruan, Wahyu Budi Priyanto.
Melalui MoU tersebut, sebanyak 134 perusahaan anggota HR Club akan secara berkala menyerahkan data kebutuhan tenaga kerja kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan. Data itu menjadi dasar penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri (link and match), sehingga pelatihan lebih terarah dan spesifik.
Pemerintah menargetkan seluruh lulusan BLK yang telah dibekali keterampilan sesuai standar industri dapat langsung terserap tanpa masa tunggu panjang. Skema ini sekaligus menjadi tolok ukur efektivitas penggunaan anggaran pelatihan yang bersumber dari APBD agar berdampak nyata terhadap perekonomian daerah.
“Ke depan, kami siap menyerap tenaga kerja yang dilatih sesuai kebutuhan industri dengan target mendekati 100 persen,” tegas Wahyu, yang akrab disapa Min Hoo.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyatakan kolaborasi dengan sektor swasta merupakan solusi konkret menekan pengangguran di tengah tingginya arus investasi industri. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pelaku usaha.
“Pengurangan pengangguran membutuhkan kolaborasi erat dengan sektor industri,” ujar Rusdi.
Pemkab berharap model kemitraan ini mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, memperkuat iklim investasi, serta mencegah warga Pasuruan tersisih di daerahnya sendiri. Implementasi dan capaian serapan kerja dalam waktu dekat akan menjadi indikator keberhasilan program tersebut.
(Red-Garudasatunews)














