PASURUAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai merancang program lingkungan strategis untuk 2027 guna merespons persoalan penumpukan sampah dan meningkatnya lahan kritis di sejumlah wilayah. Langkah ini diawali dengan forum diskusi terarah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memetakan persoalan dan solusi jangka panjang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, menegaskan bahwa persoalan lingkungan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi jika tidak segera ditangani secara sistematis.
“Persoalan lingkungan dapat menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat jika tidak segera ditangani secara tepat,” tegasnya.
Pemerintah daerah menyoroti perlunya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar program penanganan limbah dan rehabilitasi lahan tidak berjalan parsial atau tumpang tindih. Evaluasi internal menunjukkan, pengelolaan limbah domestik dan pemulihan lahan kritis membutuhkan pola kolaborasi lintas sektor yang terukur.
Pemkab mendorong keterlibatan akademisi, pelaku usaha, serta organisasi masyarakat sipil dalam membangun infrastruktur hijau. Skema kolaboratif dinilai penting untuk memastikan beban pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada satu instansi teknis.
“Masyarakat harus menjadi ujung tombak pemilahan sampah dari sumbernya, sementara dunia usaha mendukung melalui program tanggung jawab sosial,” ujar Syaifudin.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan memastikan seluruh masukan dari forum tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun mendatang. Pendekatan partisipatif dinilai krusial agar program 2027 benar-benar menjawab persoalan riil di tingkat desa maupun kawasan perkotaan.
Selain penanganan sampah, isu degradasi lahan menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah menilai rehabilitasi lahan kritis membutuhkan dukungan teknis berkelanjutan serta pengawasan implementasi agar target perbaikan kualitas lingkungan tercapai.
“Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan masukan dari stakeholder guna menyusun perencanaan yang tepat sasaran di tahun 2027,” pungkas Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis.
Pemkab Pasuruan menargetkan strategi terpadu ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara terukur, sekaligus membuka peluang pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
(Red-Garudasatunews)
















