MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pelaksanaan 28 paket proyek pembangunan jalan dan jembatan pada tahun anggaran 2026. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp54,73 miliar, dengan enam paket pekerjaan dilaporkan telah selesai 100 persen hingga awal Agustus 2026.
Berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, sebanyak 21 paket merupakan proyek pembangunan jalan dengan nilai anggaran Rp38,63 miliar, sedangkan tujuh paket lainnya berupa pembangunan jembatan senilai Rp16,10 miliar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperkuat akses pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. Hingga Kamis (6/8/2026), enam paket pekerjaan telah dinyatakan rampung sesuai target pelaksanaan.
“Sampai bulan Agustus ini, dari sejumlah paket pekerjaan yang kami laksanakan, sudah ada enam paket yang selesai 100 persen,” ujar Yuni.
Salah satu proyek strategis yang telah selesai adalah pelebaran sekaligus pembangunan jalan beton ruas Watesnegoro–Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro. Proyek sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar jalan 5,5 meter tersebut dikerjakan sejak Januari hingga Juli 2026 menggunakan anggaran sebesar Rp3,6 miliar.
Selain ruas Watesnegoro–Kunjorowesi, sejumlah proyek jalan lain yang telah selesai meliputi ruas Parengan–Lakardowo, Pekukuhan–Ngoro, Kepuhanyar–Ngimbangan, Puloniti–Sumberkarang, serta Purwojati–Trawas. Penyelesaian sejumlah ruas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi barang di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Dinas PUPR mencatat, hingga awal Agustus 2026 nilai pekerjaan yang telah diselesaikan mencapai sekitar Rp15,69 miliar. Sementara itu, paket pekerjaan lainnya masih berjalan dengan berbagai tahapan progres.
Rinciannya, tiga paket proyek telah mencapai progres fisik antara 75 hingga 90 persen, empat paket berada pada kisaran 50 hingga 75 persen, dua paket mencapai progres 25 hingga 50 persen, sedangkan 13 paket lainnya masih dalam tahap pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Perkembangan tersebut menunjukkan proses pembangunan infrastruktur terus berjalan sesuai tahapan kontrak. Pemerintah daerah menargetkan seluruh proyek jalan dan jembatan tahun 2026 dapat diselesaikan pada periode Oktober hingga November mendatang agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Selain fokus pada percepatan penyelesaian proyek, Pemkab Mojokerto juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap keberlanjutan kualitas infrastruktur yang telah dibangun. Salah satu perhatian utama adalah kendaraan bermuatan berlebih (overload) yang dinilai berpotensi mempercepat kerusakan jalan kabupaten.
Yuni mengajak masyarakat untuk ikut menjaga aset infrastruktur daerah dengan meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan jalan secara tertib dan sesuai ketentuan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan ekonomi serta kelancaran mobilitas warga di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap penyelesaian seluruh paket pembangunan jalan dan jembatan tahun 2026 dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan akses pelayanan publik, serta mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah. (Red-Garudasatunews)















