BOJONEGORO, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengajukan usulan pembangunan dan perbaikan 44 jembatan kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan dan konektivitas infrastruktur di wilayah Bojonegoro.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro, Chusaivi Ivan Rachmanto, mengatakan seluruh jembatan yang diusulkan telah melalui pendataan kondisi di lapangan.
“Sebanyak 44 titik jembatan kami usulkan untuk pembangunan baru maupun perbaikan. Saat ini masih tahap awal dan akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh pihak terkait,” ujar Ivan, Rabu.
Puluhan jembatan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Tambakrejo, Gondang, Margomulyo, Sumberejo, Sukosewu, Balen, Kasiman, Ngraho, Ngasem, Temayang, Kapas, Malo, Purwosari, dan Kepohbaru.
Ivan menjelaskan, usulan tersebut mencakup tiga kategori utama, yakni jembatan yang belum terbangun, jembatan runtuh, serta jembatan rusak berat yang sudah tidak layak dilalui dan berpotensi membahayakan pengguna.
“Pengajuan ini berdasarkan kondisi riil di lapangan. Ada jembatan yang memang belum tersedia, ada pula yang rusak parah dan tidak aman,” tegasnya.
Menurut Ivan, jembatan-jembatan tersebut memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas masyarakat, terutama akses menuju sekolah, fasilitas umum, dan pusat aktivitas ekonomi warga.
“Kelayakan jembatan sangat menentukan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)















