Pemkab Banyuwangi Gandeng BSI Tekan Kemiskinan

oleh -26 Dilihat
oleh
Pemkab Banyuwangi Gandeng BSI Tekan Kemiskinan
Pemkab Banyuwangi melakukan penandatanganan MoU bersama BSI.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan, Rabu (7/10/2026).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah bagi kesejahteraan masyarakat. Fokus pada pendidikan dan kesehatan dinilai strategis karena kedua sektor tersebut berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan upaya memutus rantai kemiskinan.

Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan mengatakan, BSI siap menjadi mitra strategis Pemkab Banyuwangi dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Salah satu skema yang disiapkan adalah optimalisasi dana sosial BSI Maslahat agar penyalurannya memberikan manfaat yang tepat sasaran.

Di bidang kesehatan, dukungan BSI mencakup penguatan sarana rumah sakit hingga puskesmas. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga diarahkan untuk mendukung penanganan stunting serta memberikan bantuan kepada pasien dari kalangan duafa.

Sementara pada sektor pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa bagi pelajar Banyuwangi. Penyaluran beasiswa tersebut nantinya akan disinergikan dengan lembaga pendidikan formal maupun informal sehingga diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan BSI dapat memperkuat berbagai program pemerintah daerah sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Pemkab Banyuwangi selama ini telah menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan dan kesehatan. Di antaranya Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, serta Garda Ampuh yang diarahkan untuk memutus mata rantai anak putus sekolah.

Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah menjalankan program Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, serta penanganan stunting dengan melibatkan kader dan pedagang sayur keliling atau mlijoan.

Dari sisi capaian, Ipuk menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi telah mencapai 75,17. Sementara angka kemiskinan disebut turun menjadi 6,13 persen. Pemerintah daerah berharap keterlibatan BSI dapat memperkuat program yang telah berjalan dan memperluas manfaatnya kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut sekaligus menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai instrumen penting dalam strategi pengentasan kemiskinan. Tantangannya kini adalah memastikan setiap program, termasuk beasiswa, dukungan fasilitas kesehatan, penanganan stunting, dan bantuan bagi masyarakat kurang mampu, benar-benar tersalurkan secara tepat sasaran serta dapat diukur dampaknya.

Dengan demikian, keberhasilan kolaborasi Pemkab Banyuwangi dan BSI tidak hanya ditentukan oleh penandatanganan MoU, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan program dan manfaat nyata yang diterima masyarakat di lapangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.