Pelepasan Haji Pamekasan, Seremonial atau Substansi?

oleh -26 Dilihat
oleh
Pelepasan Haji Pamekasan, Seremonial atau Substansi
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto memberikan sambutan dalam pelepasan JCH di Masjid Agung Asy-Syuhada' Pamekasan, Minggu (10/5/2026).
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatuunews.id – Sebanyak 309 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Pamekasan resmi diberangkatkan dalam Kloter 73 melalui seremoni di Masjid Agung Asy-Syuhada, Minggu (10/5/2026). Prosesi pelepasan yang dipimpin Wakil Bupati Sukriyanto berlangsung khidmat, namun kembali memunculkan sorotan terkait dominasi seremoni dibanding kesiapan teknis jemaah.

Dalam sambutannya, Sukriyanto menekankan bahwa keberangkatan haji merupakan anugerah besar bagi umat Islam. Ia juga menyampaikan pesan normatif terkait niat ibadah, kesehatan, serta kepatuhan terhadap petugas selama di Tanah Suci.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, kami mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah calon haji. Menjadi tamu Allah adalah panggilan mulia yang patut disyukuri,” ujarnya.

Selain pesan spiritual, pemerintah daerah juga menitipkan harapan agar para jemaah mendoakan kesejahteraan masyarakat Pamekasan. Permintaan ini menjadi bagian dari tradisi yang kerap disampaikan dalam setiap pelepasan haji, meski tidak berkorelasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan daerah secara konkret.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai fokus seremoni semestinya diimbangi dengan transparansi terkait kesiapan layanan haji, termasuk aspek kesehatan, logistik, dan pendampingan jemaah, terutama bagi lansia yang menjadi kelompok rentan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Sukriyanto turut mengingatkan bahwa para jemaah membawa nama baik daerah dan bangsa, sehingga diharapkan menjaga sikap selama menjalankan ibadah. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh jemaah mendapatkan kelancaran dan predikat haji mabrur.

Pelepasan kloter ini dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, OPD, perwakilan Kementerian Agama, serta tokoh agama dan pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan kuatnya nuansa seremonial dalam agenda tahunan ini.

Meski demikian, publik masih menunggu sejauh mana pemerintah daerah memastikan kualitas pelayanan haji yang lebih substansial, tidak hanya pada tahap pemberangkatan, tetapi juga perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci hingga kembali ke tanah air.

(Red-Garudasatuunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.