Pelatihan SPAB Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sekolah Kediri

oleh -33 Dilihat
oleh
Pelatihan SPAB Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sekolah Kediri
Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kota Kediri
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah dengan menggelar Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Aula RA Kartini. Program tersebut diikuti 15 perwakilan guru dari berbagai sekolah sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mitigasi dan penanganan bencana.

Pelatihan merupakan implementasi program Kementerian Pendidikan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Peserta dibekali materi mengenai identifikasi potensi risiko, penyusunan langkah mitigasi, hingga penanganan keadaan darurat yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing sekolah.

Salah seorang peserta, Edo Rahmat, guru SMAN 8 Kediri, mengatakan pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah memperoleh pembekalan khusus mengenai mitigasi bencana di sekolah. Menurutnya, materi pemetaan ancaman bencana menjadi dasar penting dalam menyusun strategi kesiapsiagaan serta edukasi kepada peserta didik.

Edo mengakui kesiapsiagaan di sekolahnya masih memerlukan penguatan, baik dari sisi sistem maupun sarana pendukung. Saat ini, fasilitas yang tersedia di antaranya baru Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hasil pelatihan, lanjutnya, akan disampaikan kepada kepala sekolah sebagai bahan penyusunan program kesiapsiagaan secara bertahap, termasuk identifikasi kebutuhan fasilitas, pembentukan sistem penanganan darurat, dan pengembangan program mitigasi.

Narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Dahlia Kusumawati, menjelaskan bahwa konsep SPAB mencakup manajemen penanggulangan bencana mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga penyusunan rencana tindak lanjut di satuan pendidikan.

Menurutnya, sekolah yang menerapkan SPAB harus memiliki prosedur penanganan darurat yang jelas, tim siaga bencana, jalur evakuasi, titik kumpul, serta rutin melaksanakan simulasi kebencanaan. Ia juga menilai kesiapan tenaga pendidik menjadi faktor penting karena kepanikan saat bencana berpotensi menghambat proses evakuasi peserta didik. Selain itu, kesiapan sekolah perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai, termasuk jalur evakuasi, tangga darurat, titik kumpul yang aman, serta kondisi bangunan yang layak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menyatakan pelatihan tersebut merupakan langkah antisipatif menyikapi meningkatnya kejadian bencana di berbagai daerah. Pemerintah Kota Kediri berharap sekolah peserta dapat menjadi percontohan penerapan SPAB, sebagaimana pendampingan yang sebelumnya telah dilakukan bersama BPBD Kota Kediri di SMPN 6 Kediri.

Melalui penguatan program SPAB, pemerintah berharap satuan pendidikan tidak hanya memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat, tetapi juga membangun budaya sadar bencana dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

(Red-Garudasatunews)*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.