PCNU Surabaya Minta Masjid Dekat Pura Redam Speaker

oleh -42 Dilihat
oleh
PCNU Surabaya Minta Masjid Dekat Pura Redam Speaker
PCNU Surabaya Minta Masjid Dekat Pura Redam Speaker
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengimbau masjid dan musala yang berada di sekitar pura agar tidak menggunakan pengeras suara luar selama rangkaian ibadah Ramadan yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi 2026.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah menjaga toleransi antarumat beragama, khususnya bagi umat Hindu yang menjalankan Catur Brata Penyepian yang mengharuskan suasana lingkungan tetap tenang.

Ketua PCNU Surabaya KH Masduki Toha mengatakan pihaknya akan menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama di wilayah Surabaya untuk menindaklanjuti imbauan tersebut.

“Kami akan mengeluarkan surat edaran kepada pengurus MWC yang memiliki masjid atau musala di sekitar pura agar kegiatan Ramadan tetap berjalan, namun tidak menggunakan pengeras suara luar,” kata Masduki saat kegiatan buka puasa bersama, Sabtu (14/3/2026) malam.

Dalam imbauan tersebut, penggunaan pengeras suara luar hanya diperbolehkan untuk azan dan ikamah. Sementara kegiatan lain seperti tadarus Alquran, ceramah, maupun aktivitas ibadah lainnya diminta menggunakan pengeras suara dalam.

Menurut data PCNU Surabaya, setidaknya terdapat 12 titik MWC yang lokasinya berdekatan dengan tempat ibadah umat Hindu. Wilayah tersebut menjadi fokus perhatian agar pelaksanaan ibadah kedua umat dapat berjalan berdampingan tanpa mengganggu satu sama lain.

Masduki menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Surabaya.

“Besok akan kami tindak lanjuti dengan surat resmi agar pengurus MWC ikut berpartisipasi menjaga kenyamanan saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah Nyepi,” ujarnya.

Selain itu, PCNU Surabaya juga menanggapi kemungkinan adanya perbedaan penetapan 1 Syawal atau Idulfitri di kalangan organisasi masyarakat Islam.

Masduki menilai perbedaan tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam kehidupan beragama di Indonesia dan tidak seharusnya memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis.

“Yang terpenting adalah memperkuat silaturahmi dan persaudaraan. Jika hubungan antarumat terjaga dengan baik, maka kehidupan bangsa ini juga akan semakin kuat,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.