Pasutri Terkejut, Bayi Lahir Tanpa Disadari

oleh -53 Dilihat
oleh
Pasutri Terkejut, Bayi Lahir Tanpa Disadari
Rumah pasutri di Dusun Sukorame RT 29 RW 8, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang melahirkan tanpa menyadari kehamilannya. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Peristiwa kelahiran seorang bayi perempuan di Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian warga setelah orang tua bayi tersebut mengaku tidak mengetahui adanya kehamilan hingga proses persalinan berlangsung. Peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6/2026) dan dibenarkan oleh perangkat lingkungan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perempuan berinisial N, warga Dusun Sukorame RT 29 RW 8, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, semula mengalami keluhan sakit perut disertai pendarahan. Kondisi tersebut mendorong keluarga membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Klinik Cikko Prima Husada di Kota Mojokerto untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun setelah menjalani pemeriksaan, tenaga kesehatan menyampaikan bahwa pasien sedang dalam proses persalinan. Tidak lama kemudian, seorang bayi perempuan dilahirkan melalui tindakan operasi caesar.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perbincangan warga setempat karena selama ini tidak terlihat tanda-tanda kehamilan yang diketahui lingkungan sekitar. Sejumlah warga mengaku terkejut setelah menerima kabar kelahiran bayi tersebut.

“Sama sekali tidak kelihatan kalau hamil. Perawakannya biasa saja dan tetap beraktivitas seperti biasa. Makanya tadi pagi waktu dengar kabar sudah melahirkan, kami semua kaget tapi juga ikut menangis haru,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ketua RT 29 RW 8 Dusun Sukorame, Hadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, informasi mengenai kehamilan tidak pernah diketahui warga maupun lingkungan sekitar sebelum proses persalinan berlangsung.

“Benar, warga di sini juga banyak yang kaget. Selama ini tidak ada yang menyangka kalau yang bersangkutan sedang hamil,” kata Hadi.

Hadi menjelaskan pasangan suami istri tersebut telah menjalani kehidupan rumah tangga selama sekitar enam tahun dan sebelumnya belum memiliki anak kandung. Dalam kurun waktu tersebut, pasangan itu diketahui mengasuh seorang bayi perempuan yang diadopsi dan kini berusia sekitar enam bulan.

Menurut keterangan warga dan perangkat lingkungan, sehari sebelum persalinan, keluarga tersebut masih menggelar tradisi tedak siten atau mudun lemah untuk anak yang diasuhnya. Aktivitas sehari-hari sang ibu juga disebut berlangsung normal tanpa menunjukkan kondisi yang mengarah pada kehamilan menurut pengamatan warga sekitar.

“Memang perawakannya gemuk, tetapi tidak terlihat seperti sedang hamil. Bahkan sehari sebelumnya masih mengadakan acara keluarga. Karena itu banyak warga yang terkejut saat mengetahui sudah melahirkan,” ujar Hadi.

Hingga berita ini ditulis, ibu dan bayi masih menjalani perawatan medis di Klinik Cikko Prima Husada. Bayi perempuan tersebut juga mendapat penanganan khusus dari tenaga kesehatan mengingat usia kehamilan yang disebut belum mencapai masa persalinan penuh.

Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur atas kondisi ibu dan bayi yang dilaporkan dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pengawasan medis. Sementara itu, belum terdapat keterangan resmi dari pihak tenaga kesehatan terkait detail medis kehamilan maupun proses persalinan, mengingat informasi tersebut merupakan bagian dari kerahasiaan data pasien yang dilindungi peraturan perundang-undangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.