MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meresmikan Pasar Takjil Ramadan 1447 Hijriah di halaman Pasar Ketidur, Kecamatan Prajurit Kulon, Rabu (26/2/2026), sebagai upaya memperkuat ekosistem sekitar 16 ribu pelaku UMKM kuliner di kota tersebut.
Agenda tahunan Pemerintah Kota Mojokerto ini akan berlangsung hingga 4 Maret 2026 dan difokuskan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, penyelenggaraan pasar takjil menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ruang usaha representatif bagi pelaku mikro agar mampu menjangkau konsumen lebih luas.
“Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan. Kami memberikan ruang bagi UMKM kuliner agar memiliki tempat yang lebih spesial untuk menjajakan produknya selama Ramadan,” ujarnya.
Data Pemkot Mojokerto menunjukkan sektor kuliner menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan dengan jumlah pelaku usaha mencapai sekitar 16 ribu. Ramadan dinilai sebagai momentum strategis untuk meningkatkan omzet melalui lonjakan transaksi harian.
Selain menyediakan aneka menu berbuka puasa, Pasar Takjil Ketidur juga menghadirkan pertunjukan seni, hiburan, dan berbagai perlombaan guna menarik pengunjung lintas generasi serta menjadikannya sebagai pusat kegiatan ngabuburit masyarakat.
Untuk mendorong daya beli, Pemkot Mojokerto melalui KORPRI menyalurkan stimulus ekonomi berupa 1.000 kupon belanja gratis senilai total Rp10 juta. Kupon senilai Rp10.000 per lembar dapat langsung dibelanjakan di stan pedagang.
Program ini diharapkan mempercepat perputaran uang di tingkat bawah sehingga manfaat ekonomi Ramadan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat UMKM sebagai pilar ketahanan ekonomi Kota Mojokerto tahun 2026. (Red-Garudasatunews)














