Pasar Murah Jadi Instrumen Tekan Inflasi Jatim

oleh -43 Dilihat
oleh
Pasar Murah Jadi Instrumen Tekan Inflasi Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Gelar Pasar Murah di Gunung Anyar Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar operasi pasar melalui program Pasar Murah di Halaman Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pangan.

Kegiatan yang menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah pasar tersebut mendapat respons tinggi dari warga. Sejak pagi hari, antrean masyarakat terlihat memadati lokasi. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, lanjut usia, hingga remaja, memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pasar murah merupakan salah satu instrumen intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Menurutnya, pengendalian harga komoditas strategis menjadi langkah penting dalam menekan potensi kenaikan inflasi daerah.

“Fokus utama pasar murah adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar,” ujar Khofifah.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta cabai Rp5.000 per 200 gram.

Khofifah menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar guna menentukan komoditas yang memerlukan intervensi. Salah satu perhatian utama saat ini adalah kelancaran distribusi minyak goreng rakyat Minyakita agar pasokan tetap tersedia dan tidak memicu gejolak harga.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur disebut terus berkoordinasi dengan Bulog serta sejumlah pemasok guna memastikan rantai distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pemprov Jatim juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan distribusi yang berpotensi berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

Di sisi lain, warga mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Sunarni, warga Gunung Anyar, menyebut harga kebutuhan pokok yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga membantu pengeluaran rumah tangga.

Senada dengan itu, Sera, warga setempat yang datang bersama putranya, mengapresiasi pelaksanaan pasar murah karena dinilai meringankan beban masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala untuk menjaga akses warga terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.