Panen Melon 1,7 Ton, CSR Pertagas Dongkrak Desa

oleh -63 Dilihat
oleh
Panen Melon 1,7 Ton, CSR Pertagas Dongkrak Desa
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Cakra Sembada, Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) berhasil mengawal pengembangan Greenhouse Melon di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) menunjukkan hasil konkret di sektor pertanian desa. Program Cakra Sembada yang dikembangkan di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, berhasil meningkatkan produktivitas budidaya melon berbasis greenhouse yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Raya.

Data panen raya kedua yang digelar pada Rabu (10/6/2026) menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan. Jika panen perdana pada Maret 2026 menghasilkan sekitar 700 kilogram melon, panen terbaru mencapai 1,7 ton atau meningkat lebih dari dua kali lipat. Bobot buah yang dipanen berkisar antara 1,8 hingga 2,5 kilogram per buah.

Dengan harga pasar rata-rata sekitar Rp30.000 per kilogram, hasil panen tersebut berpotensi menghasilkan omzet mencapai Rp51 juta. Capaian itu menjadi indikator meningkatnya nilai ekonomi dari pengelolaan pertanian modern yang diterapkan melalui program pendampingan CSR.

Manager Pertagas OEJA, Dimas Satya Kartika Brata, menyatakan pengembangan greenhouse melon merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional perusahaan,” kata Dimas.

Pemerintah Kecamatan Tanggulangin turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program tersebut. Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, menilai keberadaan greenhouse melon di Desa Ganggangpanjang telah menjadi sentra budidaya modern yang memiliki peluang pasar menjanjikan.

Menurut Arie, sekitar 50 persen hasil panen langsung diserap pengepul untuk didistribusikan ke Pasar Induk, sementara sisanya dipasarkan kepada masyarakat setempat. Tingginya tingkat penyerapan pasar dinilai mencerminkan permintaan yang kuat terhadap kualitas melon yang dihasilkan.

Selain memberikan dampak ekonomi, fasilitas greenhouse juga berkembang menjadi sarana edukasi pertanian bagi masyarakat. Pengunjung dapat mempelajari teknik budidaya modern sekaligus mengikuti kegiatan petik buah secara langsung di lokasi.

Pertagas OEJA menyatakan akan terus melakukan pendampingan kepada BUMDes Jaya Raya guna memastikan keberlanjutan program. Model pertanian berbasis greenhouse tersebut juga diproyeksikan dapat direplikasi di desa lain sebagai upaya memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis sektor pertanian produktif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.