
SAMPANG, Garudasatunews.id – Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, meminta masyarakat lebih waspada dan siap menghadapi perubahan kondisi cuaca yang cenderung berlangsung cepat serta sulit diprediksi selama masa pancaroba.
“Memasuki masa peralihan musim, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat, angin kencang maupun bencana lainnya,” kata Hozin, Jumat (6/11/2026).
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta aktif membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan memicu genangan. Warga juga diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi cuaca mulai memburuk.
Selain itu, pengendara maupun pejalan kaki diminta menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Hozin secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon maupun baliho saat terjadi angin kencang.
“Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho ketika terjadi angin kencang,” tegasnya.
Menurut Hozin, sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi selama masa peralihan musim di antaranya hujan lebat, angin kencang, pohon tumbang hingga banjir. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar risiko bencana dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Peringatan BPBD tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Berdasarkan data BMKG, dari total 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur, sebanyak 68 ZOM diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026. Sementara itu, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2027.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan perubahan cuaca dan mulai melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
(Red-Garudasatunews)













