
SAMPANG, Garudasatunews.id – Warga Jalan Keramat II, Kelurahan Karang Dalem, Kabupaten Sampang, Madura, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang pemuda berinisial S (26) di dalam kamar mandi rumahnya, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung.
Peristiwa ini kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Sampang bersama Unit Reskrim Polsek Sampang. Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat korban baru saja pulang mencari rumput dan berpamitan untuk mandi kepada ayah sambungnya, Samsih.
”Sekira pukul 12.00 WIB, korban berpamitan untuk mandi. Namun, karena tidak kunjung keluar dan dipanggil berulang kali tidak menjawab, saksi merasa curiga,” ungkap AKP Eko.
Samsih yang khawatir kemudian mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam. Saat berhasil terbuka, ia mendapati korban telah tergantung dengan tali tampar biru melilit lehernya. Sontak, Samsih berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Petugas gabungan dari SPKT, Tim Inafis Polres Sampang, serta piket Reskrim Polsek Sampang langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan pemeriksaan sementara Tim Identifikasi dan Kepala Puskesmas Banyuanyar, dr. Lilik Suryani, tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan luka bekas jeratan melintang pada leher korban yang mengarah ke atas.
Saat polisi tiba, korban sudah diturunkan oleh pihak keluarga dan dibaringkan di tempat tidur. Pakaian korban pun sempat dilepas dan tubuhnya telah dibersihkan oleh keluarga sebelum penanganan medis/identifikasi berlangsung.
Di lokasi kejadian, kepolisian menyita sejumlah barang bukti, antara lain seutas tali tampar warna biru, pakaian korban, ponsel, serta sebuah cincin yang diduga merupakan cincin tunangan milik korban.
”Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri pada kayu bagian atas kamar mandi. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami motif serta latar belakang tindakan korban tersebut,” pungkas AKP Eko. (Red-Garudasatunews)










