Pakar Unair Waspadai Lonjakan Campak Berisiko Mematikan

oleh -33 Dilihat
oleh
Pakar Unair Waspadai Lonjakan Campak Berisiko Mematikan
Ilustrasi campak.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kasus penyakit campak kembali menunjukkan tren peningkatan dan dinilai berpotensi mengancam kelompok rentan, terutama anak-anak serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Kondisi ini memicu peringatan serius dari kalangan akademisi kesehatan terkait potensi penularan cepat dan risiko kematian jika tidak ditangani secara tepat.

Pakar Kesehatan Anak Universitas Airlangga (Unair), Prof Irwanto, mengungkapkan bahwa banyak kasus campak kerap terlambat dikenali karena gejala awalnya menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa. Akibatnya, penderita sering tidak segera mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Menurut Irwanto, masyarakat perlu mewaspadai tanda-tanda khas penyakit ini, terutama ketika batuk dan pilek muncul bersamaan dengan demam tinggi serta ruam merah yang biasanya muncul di bagian belakang leher dan menyebar ke tubuh.

“Pastikan dulu apakah terdapat gejala seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” ujarnya, Rabu (13/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa identifikasi dini sangat penting karena virus campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Penyebaran terjadi melalui droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, sehingga ruang publik berpotensi menjadi titik penularan cepat.

Kontak langsung dengan penderita juga menjadi jalur utama penyebaran virus. Dalam sejumlah kasus, infeksi campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius, bahkan berujung kematian pada kelompok yang belum memiliki perlindungan imun yang memadai.

Irwanto menegaskan bahwa isolasi mandiri perlu segera dilakukan oleh penderita untuk mencegah penyebaran lebih luas, terutama di lingkungan yang dihuni anak-anak dengan sistem imun yang masih berkembang.

Risiko komplikasi juga meningkat pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin Measles-Rubella (MR). Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair tersebut menekankan bahwa vaksinasi merupakan benteng utama dalam membangun kekebalan tubuh terhadap virus campak.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi sampai pada kematian,” tegasnya.

Upaya edukasi kepada masyarakat terus dilakukan bersama Kementerian Kesehatan guna menekan potensi terjadinya wabah yang lebih luas. Pemerintah juga mendorong orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Masyarakat diimbau tidak lagi menganggap remeh gejala ringan yang muncul pada anak. Kesadaran kolektif terhadap pentingnya vaksinasi dan deteksi dini dinilai menjadi faktor kunci dalam mencegah lonjakan kasus serta melindungi kelompok rentan dari dampak fatal penyakit campak. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.