Pagar Besi Mal Surabaya Disorot, Pakar Ingatkan Dampaknya

oleh -52 Dilihat
oleh
Pagar Besi Mal Surabaya Disorot, Pakar Ingatkan Dampaknya
Ilustrasi pagar mal dengan arsitektur defensif.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemasangan pagar besi di area luar sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menjadi perhatian publik. Di tengah anggapan bahwa langkah tersebut bertujuan meningkatkan keamanan kawasan, kalangan akademisi mengingatkan adanya dampak terhadap kualitas ruang publik, aksesibilitas, hingga persepsi masyarakat terhadap bangunan.

Dosen Arsitektur Universitas Kristen Petra sekaligus Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Rully Damayanti, menilai keberadaan pagar tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, tetapi juga memengaruhi karakter arsitektur dan hubungan antara bangunan dengan masyarakat. Menurutnya, pagar yang terlalu tinggi dapat menciptakan kesan eksklusif dan membatasi koneksi visual antara fasilitas publik dengan lingkungan sekitarnya.

“Pagar tidak hanya berdampak pada aspek estetika, tetapi juga membentuk impresi ruang. Ketika pagar terlalu tinggi, pandangan visual masyarakat menjadi terbatas sehingga bangunan berpotensi terlihat tertutup,” ujar Rully.

Ia menjelaskan, dalam kajian arsitektur dikenal konsep defensive architecture atau arsitektur defensif, yakni pendekatan desain yang bertujuan mengurangi risiko tindak kriminal, vandalisme, maupun penyalahgunaan ruang melalui elemen-elemen fisik.

Penerapan konsep tersebut dapat berupa pagar tinggi, pengaturan akses masuk, pencahayaan, desain lanskap, hingga pola sirkulasi pengunjung. Menurut Rully, salah satu bentuk yang paling mudah dikenali adalah pagar dengan bilah horizontal atau ujung tajam yang mengarah ke luar sebagai upaya menghambat intrusi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penerapan arsitektur defensif perlu disesuaikan dengan fungsi kawasan. Untuk fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, pendekatan yang terlalu tertutup dinilai dapat mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus melemahkan interaksi antara ruang privat dan ruang publik.

Sebagai alternatif, Rully menawarkan konsep soft border atau pembatas halus. Konsep ini memanfaatkan vegetasi, pagar tanaman, material transparan, maupun elemen lanskap sebagai penanda batas area tanpa menghilangkan keterbukaan visual.

Menurutnya, pagar dengan tinggi sekitar 80 sentimeter dapat berfungsi sebagai pembatas sekaligus tetap menjaga hubungan visual antara bangunan dan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan keamanan dengan kenyamanan serta keterbukaan ruang publik.

Selain aspek ketinggian, ia juga menekankan pentingnya kesinambungan desain antara pagar dan bangunan utama. Keselarasan dapat diwujudkan melalui penggunaan material, warna, tekstur, maupun pola yang saling mendukung sehingga menghasilkan identitas arsitektur yang utuh.

“Pengulangan elemen visual dari bangunan utama ke rancangan pagar akan menciptakan kesatuan desain. Tanpa kesinambungan tersebut, kualitas visual bangunan berpotensi menurun,” jelasnya.

Fenomena pemasangan pagar di sejumlah mal di Surabaya disebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kebutuhan peningkatan keamanan, pengaturan arus keluar-masuk pengunjung, hingga penyesuaian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di sekitar kawasan.

Rully menegaskan tidak ada satu pendekatan desain yang dapat diterapkan secara mutlak. Setiap pengelola kawasan memiliki pertimbangan tersendiri sesuai kebutuhan operasional dan kondisi lingkungan. Meski demikian, ia berharap aspek keamanan tetap diimbangi dengan prinsip desain perkotaan yang inklusif agar fasilitas publik tetap nyaman, mudah diakses, dan memberikan pengalaman ruang yang positif bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan akademis terkait prinsip arsitektur dan tata kota. Hingga berita ini ditulis, tidak terdapat informasi yang menunjukkan adanya pelanggaran ketentuan maupun kebijakan tertentu terkait pemasangan pagar di pusat-pusat perbelanjaan yang dimaksud.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.