Pabrik Bioetanol 30 Ribu KL Dibangun di Banyuwangi

oleh -181 Dilihat
Pabrik Bioetanol 30 Ribu KL Dibangun di Banyuwangi
Caption : Bupati Ipui menghadiri groundbreaking pabrik bioetanol di Glenmore.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter per tahun segera dibangun di kawasan Pabrik Gula Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Proyek ini menjadi bagian dari agenda transisi energi nasional untuk mendukung bauran energi dan mengurangi impor BBM.

Pabrik bioetanol tersebut dibangun oleh PT Pertamina bersinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di atas lahan seluas 10 hektare. Proyek ini masuk fase pertama program hilirisasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan pabrik bioetanol akan berkontribusi pada penyediaan energi bersih nasional sekaligus meningkatkan serapan tebu petani Banyuwangi dan daerah sekitarnya.

Pembangunan pabrik dijadwalkan mulai Juni 2026 dengan masa pengerjaan sekitar 24 bulan. Groundbreaking proyek telah dilakukan pada Jumat (6/2/2026).

Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pabrik akan mengolah molase atau tetes tebu menjadi bioetanol dengan kapasitas 30.000 kiloliter per tahun. Produksi tersebut diproyeksikan menekan impor BBM hingga USD 13,9 juta atau sekitar Rp 233,5 miliar per tahun.

Selain itu, pabrik bioetanol Banyuwangi diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 66.000 ton CO2 ekuivalen per tahun. Produk bioetanol nantinya akan disalurkan ke Terminal BBM Pertamina dan dipasarkan melalui SPBU.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, memastikan ketersediaan bahan baku molase mencukupi. Produksi molase SGN mencapai hampir 700 ribu ton per tahun dan akan didukung oleh lima pabrik gula di wilayah sekitar Banyuwangi.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.