Operasi Senyap Rutan Sumenep: TNI-Polri Sisir Blok Hunian, Amankan Belasan Barang Terlarang

oleh -33 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​SUMENEP, Garudasatunews.id — Komitmen Rutan Kelas IIB Sumenep dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang steril kembali diuji. Melalui operasi senyap yang digelar pada Senin (1/6/2026), petugas rutan yang didukung penuh oleh personel TNI dan Polri melakukan penggeledahan besar-besaran di sejumlah kamar hunian warga binaan.

 

​Operasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, M. Ulin Nuha, didampingi Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani. Langkah taktis ini diawali dengan apel siaga sebelum tim gabungan menyisir setiap sudut blok hunian.

 

​Temuan Mengejutkan di Kamar Hunian :

​Dalam razia tersebut, petugas berhasil menyita berbagai benda yang berpotensi memicu gangguan keamanan. Temuan ini cukup mengejutkan, mulai dari benda tajam berbahaya hingga fasilitas yang tidak semestinya berada di dalam sel.

Barang bukti yang diamankan meliputi:

– ​Sajam & Logam: Gunting, kaca, dan benda berbahan logam tajam.

– ​Fasilitas Ilegal: Perangkat sound system, kabel rakitan, dan stop kontak.

– ​Alat Masak: Cobek (alat yang sangat rawan disalahgunakan sebagai senjata tumpul).

– ​Pemicu Api: Korek gas.

​Seluruh barang temuan tersebut langsung disita dan didata untuk diproses sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pemusnahan.

 

​Komitmen Tanpa Toleransi terhadap “Halinar” :

​Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa razia ini adalah bukti konkret bahwa pihaknya tidak main-main dengan program Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).

​”Razia gabungan ini adalah bentuk ketegasan kami. Tidak ada ruang kompromi bagi barang-barang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan maupun merusak proses pembinaan di dalam rutan,” ujar Aditya.

 

​Ia juga menambahkan bahwa Rutan Sumenep tidak bisa berjalan sendiri dalam mengawasi celah keamanan ini. Sinergi dengan TNI dan Polri kini diperketat sebagai strategi deteksi dini.

​Sementara itu, Plh. Kakanwil Ditjenpas Jatim, M. Ulin Nuha, memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas tim gabungan. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi seperti ini adalah kunci utama untuk meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lapas maupun rutan di seluruh Jawa Timur.

 

​Ke depan, manajemen Rutan Sumenep memastikan bahwa penggeledahan serupa akan dilakukan secara berkala dan acak (random sidak).

Langkah preventif ini diambil demi memastikan integritas petugas tetap terjaga dan proses pembinaan warga binaan berjalan di lingkungan yang bersih, aman, dan kondusif.(faruq)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.