Operasi Ketupat Ditutup, Arus Balik Masih Mengintai

oleh -69 Dilihat
oleh
Operasi Ketupat Ditutup, Arus Balik Masih Mengintai
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen. Pol Tjahyono Saputro
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret pukul 24.00 WIB. Namun, potensi lonjakan arus balik belum sepenuhnya usai, sehingga pengamanan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.

Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol Tjahyono Saputro, menyatakan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini secara umum berjalan aman dan terkendali, meski diwarnai lonjakan mobilitas yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB mencatat 2.521.125 kendaraan keluar Jakarta atau 72 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan. Sementara arus balik baru mencapai 1.958.838 kendaraan atau 57,71 persen dari target 3,4 juta kendaraan.

Artinya, sekitar 42,29 persen pergerakan balik masih tersisa dan diprediksi memuncak pada gelombang kedua 28–29 Maret 2026. Kondisi ini menjadi indikator bahwa tekanan lalu lintas belum sepenuhnya mereda.

Puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026 dengan 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dari tahun sebelumnya. Sementara puncak arus balik tercatat pada 24–25 Maret 2026 sebanyak 256.338 kendaraan atau naik 14,68 persen.

Kelancaran lalu lintas disebut ditopang rekayasa dinamis seperti contraflow, one way lokal Presisi, hingga one way nasional. Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi Parungkuda–Karangtengah dinilai efektif mengurai kepadatan.

Di sektor transportasi umum dan penyeberangan, jalur Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk terpantau relatif terkendali, meskipun sempat terjadi kepadatan yang harus diurai melalui koordinasi lintas instansi.

Dari sisi keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen dan penurunan fatalitas korban meninggal hingga 30,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Klaim ini dikaitkan dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat dan intensitas pengamanan di lapangan.

Selama operasi berlangsung, tidak ditemukan gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Pengamanan dilakukan di ribuan titik strategis, termasuk tempat ibadah, jalur transportasi, hingga destinasi wisata.

Sebanyak 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu disiagakan, didukung teknologi seperti Command Center Korlantas, ETLE Patrol, hingga Mobile Command Center untuk memantau situasi secara real time.

Selain pengamanan, Polri juga menggelar program Mudik Gratis Presisi dengan memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus ke berbagai daerah.

Meski operasi resmi ditutup, Polri mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi sisa arus balik dengan memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret serta skema work from anywhere guna menghindari penumpukan kendaraan.

Layanan darurat 110 tetap disiagakan selama 24 jam, sementara KRYD akan menjadi penopang utama pengamanan hingga seluruh rangkaian arus balik benar-benar berakhir. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.