KEDIRI, Garudasatunews.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar kegiatan School of Syariah (SOS) di Pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi, Selasa, sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar.
Program ini merupakan bagian dari kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”.
Kegiatan hasil kolaborasi OJK Kediri, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Ngawi, dan PT BPRS Kabupaten Ngawi (Perseroda) tersebut diikuti sekitar 200 pelajar tingkat SMP. Edukasi ini difokuskan pada pemahaman pengelolaan keuangan berbasis syariah serta pembiasaan menabung sejak usia dini.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menyampaikan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat tercatat 43,42 persen, sedangkan tingkat inklusinya baru mencapai 13,41 persen.
“Capaian literasi ini menjadi modal penting untuk terus mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah. Melalui School of Syariah, kami ingin memperkuat pemahaman tersebut sejak usia sekolah, agar generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga percaya diri memanfaatkan produk keuangan syariah secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keuangan sejak usia sekolah menjadi investasi strategis dalam membentuk generasi yang cerdas dan mandiri dalam mengelola keuangan.
Dalam kegiatan itu, para pelajar menerima materi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, manajemen uang saku, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan judi daring, serta pengenalan produk dan layanan perbankan syariah yang legal dan diawasi OJK.
OJK Kediri berharap sinergi antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan terus diperkuat guna meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. (Red-Garudasatunews)















