Nyabu dan Emosi, Pria Surabaya Bunuh Rekan

oleh -113 Dilihat
oleh
Nyabu dan Emosi, Pria Surabaya Bunuh Rekan
iLUSTRASI FOTO
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Polisi mengungkap motif di balik kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Sencaki, Simokerto, 23 Maret 2026. Tersangka AR alias MAN, warga Jalan Rusun Sombo, diduga melakukan pembunuhan secara sadar dalam kondisi terpengaruh narkotika dan dipicu emosi setelah menerima laporan dugaan percobaan pelecehan terhadap adik perempuannya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui sempat mengonsumsi sabu sebelum kejadian. Kondisi tersebut diduga memperburuk kontrol emosi pelaku saat menerima informasi bahwa korban MJ alias Ajis diduga hendak masuk kamar adik pelaku dengan indikasi percobaan pelecehan.

“Setelah menggunakan sabu, pelaku pulang dan mendapat laporan dari adiknya terkait dugaan tindakan korban. Emosi pelaku kemudian tidak terkendali,” ujar AKBP Edy.

Pelaku kemudian mendatangi lokasi di Jalan Sencaki untuk mencari korban. Upaya pertama tidak membuahkan hasil. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, pelaku kembali menyisir lokasi dan menemukan korban. Pertemuan itu berujung cekcok yang kemudian meningkat menjadi aksi kekerasan fatal.

Dalam kondisi emosi, pelaku menusuk korban sebanyak tiga kali menggunakan senjata tajam. Luka tusuk ditemukan di bagian leher, dada, dan kepala yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi akibat kehabisan darah.

“Ada tiga luka tusuk di bagian vital. Itu yang menyebabkan korban tidak tertolong,” tegas Edy.

Polisi menyebut, dari hasil penyelidikan sementara, aksi pembunuhan dilakukan seorang diri. Meski demikian, penyidik masih membuka kemungkinan adanya fakta lain dengan terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti tambahan.

“Kami masih mendalami kemungkinan lain, namun sementara ini mengarah pada pelaku tunggal,” lanjutnya.

Di hadapan penyidik, AR mengaku tindakan tersebut dilatarbelakangi rasa marah dan kecewa terhadap korban yang selama ini dikenalnya sebagai teman dekat. Pengakuan ini menjadi bagian dari pendalaman motif, namun polisi menegaskan seluruh keterangan masih akan diuji melalui proses penyidikan lebih lanjut, termasuk uji forensik dan rekonstruksi kejadian untuk memastikan kronologi secara utuh.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.